Alissa Wahid: Jangan cemas anak tidak menjadi orang baik

Alissa Wahid: Jangan cemas anak tidak menjadi orang baik

Psikolog Alissa Wahid dalam tangkapan layar saat seminar secara daring yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai rangkaian Hari Anak Nasional 2020 dipantau di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Jakarta (ANTARA) - Psikolog Alissa Wahid mengatakan dalam pengasuhan, orang tua tidak perlu merasa cemas apakah anaknya akan menjadi orang yang baik di masa depan atau tidak.

"Jangan mencemaskan apakah anak kita dapat menjadi orang yang baik, cemaskanlah apakah kita dapat menjadi orang tua yang baik bagi mereka," kata Alissa dalam sebuah seminar daring yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diikuti di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Psikolog: Lima pilar pernikahan dalam Islam

Psikolog bernama lengkap Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahida itu mengatakan terdapat lima prinsip dalam pengasuhan anak, yaitu keunikan anak, kasih sayang, tanggung jawab orang tua, orang tua sebagai teladan, dan kebaikan bersama.

Prinsip keunikan anak adalah sebuah fitrah bahwa setiap anak memiliki keunikan yang berbeda. Karena itu, orang tua harus bisa melihat potensi yang berbeda pada masing-masing anak.

Baca juga: Psikolog: Orang tua pahami anak investasi paling besar

"Sedangkan prinsip kasih sayang atau rahmah adalah pengasuhan harus dilandasi dengan kasih sayang. Penerapan disiplin pada anak pun harus berdasarkan kasih sayang, bukan penghukuman," tutur putri sulung Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu.

Menurut prinsip tanggung jawab orang tua, yang memiliki tanggung jawab penuh dalam pengasuhan anak adalah orang tua. Mungkin ada saat anak bersama guru di sekolah, tetapi tetap yang bertanggung jawab terhadap masa depan anak adalah orang tua.

Baca juga: Psikolog minta orang tua tidak tularkan kecemasan pada anak

"Guru hanya mempunyai wewenang barangkali hanya setahun dari kehidupan anak sehingga tidak akan berpikir jauh ke depan bagi masa depan anak. Orang tua yang seharusnya memiliki pemikiran jauh ke depan terhadap anaknya," katanya.

Sedangkan prinsip orang tua sebagai teladan adalah orang tua harus bisa menjadi contoh bagi anaknya. Jangan ketika tidak bersama ibu, ayah justru mengajak anaknya melakukan hal-hal yang biasanya dilarang oleh ibu.

"Pengasuhan juga harus berprinsip pada kebaikan bersama atau maslahah, termasuk kebaikan bagi anak. Dalam hal ini, perkawinan anak adalah hal yang tidak bisa diterima," katanya.

Baca juga: Psikolog minta orang tua buat kegiatan bersama di rumah

Alissa Wahid menjadi salah satu pembicara dalam rangkaian seminar daring Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak rangkaian Hari Anak Nasional 2020 yang bertajuk "Bincang Bersama Kak Seto".

Selain Alissa, pembicara lainnya adalah pemerhati anak Seto Mulyadi dengan pembicara kunci Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin. 

Baca juga: Psikolog: "resiliensi" penting dalam hadapi normal baru
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020