PMI gandeng akademis UI untuk kelola limbah disinfektan

PMI gandeng akademis UI untuk kelola limbah disinfektan

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melihat Water bladder untuk pengolahan disinfektan saat meninjau Gudang Darurat Nasional Penanganan Covid 19 PMI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta pada Selasa, (9/6). (Antara/HO/Humas PMI Pusat)

DKI Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) menggandeng akademisi Universitas Indonesia (UI) untuk melakukan pengolahan disinfektan sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) dengan melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan keamanan lingkungan dan manusia.

"Cairan disinfektan dan limbah buang PMI dipastikan aman bagi lingkungan dan manusia. Cairan yang disemprotkan di berbagai tempat umum ini rutin diuji lab untuk memastikan kualitasnya," kata Ketua Umum PMI Jusuf Kalla melalui sambungan telepon, Selasa.

Menurutnya, masyarakat tak perlu khawatir terhadap paparan cairan disinfektan yang disemprotkan PMI untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Pembuatan hingga cara pengggunannya telah sesuai dengan anjuran WHO. Kadar disinfektan pun telah disesuaikan dan cukup untuk membunuh virus maupun bakteri lainnya.

Baca juga: Relawan PMI Jakpus wafat usai bertugas jalankan misi kemanusiaan

Akadmisi dari Disaster Research and Response Center (DRRC) UI Agustino Zulis menjelaskan DRRC UI memberikan pendampingan kepada PMI dalam segala hal yang berkaitan dengan disinfektan. Mulai dari peracikan, keselamatan dan kesehatan dan kerja bagi relawan hingga metoda penyemprotan semua dikonsultasikan dengan ahli.

Depo ini sudah menjalani panduan yang kami berikan tersebut. Jadi pihaknya membuat standard operational prosedur (SOP), kemudian direview oleh PMI selanjutnya ada usulan feedback. "Kalau seandainya ada kekurangan kita diskusikan bersama, akhirnya nanti akan dibakukan lagi SOPnya," katanya ditemui saat peninjauan Depo Disinfektan PMI di kawasan Gudang Darurat Covid-19 PMI, Jakarta Selatan.

Ia menambahkan cairan yang digunakan PMI merupakan kaporit yang telah dilarutkan konsentrasinya hingga 0,05 persen. Konsentrasi itu sama dengan kadar kaporit yang digunakan dalam kolam renang.

Baca juga: Cegah COVID-19, PMI Makassar semprotkan disinfektan di 248 titik

Hanya, saat disemprotkan ke lingkungan tumbuhan dan sebagainya itu memang berdampak. Tapi kalau ke manusia tidak ada masalah, walaupun kadarnya rendah tapi untuk bakteri dan virus itu sangat berpengaruh dan bisa membunuhnya.

Soal limbah buang, telah dilarutkan hingga konsentrasinya aman. Limbah berbentuk endapan itu sebelumnya juga telah didiamkan dalam waktu tertentu guna menurunkan kadar gas dan kandungan kimianya.

Di tempat yang sama, Kepala Sub Diseminasi Kepalangmerahan PMI Fajar Sumirat menambahkan kerjasama PMI dengan DRRC UI ini juga dilakukan untuk memastikan keamanan bagi relawan, karena sejumlah cairan kimia memiliki dampak kerusakan terhadap kesehatan relawan peracik.

"Yang kami lakukan di depot disinfektan ini adalah bagaimana cara memproduksi atau mencampurkan disinfektan itu agar siap disemprotkan oleh kendaraan taktis gunner spraying blower di wilayah yang telah ditentukan," tambahnya.

Baca juga: PMI Pusat kirim bantuan logistik untuk korban banjir Samarinda Kaltim
Baca juga: Jelang pembukaan kembali masjid, PMI Tangerang lakukan penyemprotan
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020