Dorong produktivitas tanam kedua, Kementan benahi irigasi Mojokerto

Dorong produktivitas tanam kedua, Kementan benahi irigasi Mojokerto

Ilustrasi. Irigasi yang dibangun 2019. (ANTARA/Yusrizal)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian terus mendorong para petani, salah satunya di Mojokerto, Jawa Timur, untuk bersiap menghadapi musim tanam kedua pada tahun ini dan mendorong produktivitas tanam padi di tengah pandemi.

Kementan pun melakukan pembenahan irigasi di Mojokerto melalui program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk menyambut musim tanam kedua.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan petani harus mempersiapkan musim tanam II dengan baik. Terlebih, ada dua tantangan besar yang dihadapi sektor pertanian dalam waktu yang relatif berdekatan. Pertama adalah pandemi COVID-19 yang sedang dihadapi, kemudian ancaman lainnya adalah kekeringan.

"Kita harus mengantisipasi kondisi yang akan terjadi nanti, yaitu ancaman kekeringan sesuai dengan prediksi FAO. Kita diprediksi akan memasuki musim kemarau panjang. Ayo lakukan percepatan tanam, jangan biarkan ada lahan menganggur. Manfaatkan air tersisa dari musim hujan, irigasi juga dibenahi agar ketersediaan air aman," kata Mentan Syahrul di Jakarta, Senin.

Sementara itu, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Sarwo Edhy mengatakan salah satu hal terpenting untuk menghadapi musim tanam kedua dan mengantisipasi musim kemarau adalah membenahi saluran irigasi.

"Untuk mendukung petani, Kementerian Pertanian memiliki program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT). Kita perbaiki saluran irigasi yang ada. Kita perlebar atau perpanjang sesuai dengan kebutuhan petani. Tujuannya, agar areal sawah yang dialiri bisa semakin banyak," kata Sarwo Edhy.

Salah satu daerah yang mendapatkan bantuan dari program RJIT adalah Kabupaten Mojokerto. RJIT dilakukan di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Bantuan RJIT dikelola Kelompok Tani (Poktan) Mekar Sari Satu dengan Ketua Mukhamad Subekhan.

Sarwo Edhy menjelaskan bahwa RJIT di lokasi tersebut dilakukan dengan luas oncoran 72 hektare. Program ini dibangun dengan memanfaatkan dana APBN 2020.

Ia berharap bantuan RJIT ini bisa membuat produktivitas pertanian di Mojokerto semakin meningkat, serta membantu memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Balitbangtan kembangkan irigasi cerdas berbasis IoT
Baca juga: SIMURP dikembangkan untuk dongkrak produksi pangan di daerah irigasi

 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020