Pemred Suara Merdeka: Wartawan perlu jadi bagian edukasi masyarakat

Pemred Suara Merdeka: Wartawan perlu jadi bagian edukasi masyarakat

Pemred Suara Merdeka Gunawan Permadi (kiri), Prof. Budi Setiyono (tengah), dan Teguh Hadi Prayitno (kanan) (ANTARA/Achmad Zaenal M)

Jakarta (ANTARA) - Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi mengatakan wartawan perlu menjadi bagian dari edukasi masyarakat tidak hanya melalui informasi dalam pemberitaan tetapi juga pada tindakan dan perilaku.

"Saat kita menginformasikan soal jara jarak, kita sendiri juga harus bisa menjadi duta informasi dengan melakukan jaga jarak saat liputan," tuturnya  dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dipantau dari Jakarta, Selasa.  

Lebih lanjut Gunawan mengimbau para wartawan untuk tetap menjaga jarak saat liputan di lapangan untuk mencegah penularan COVID-19.

"Saya masih sering lihat saat wartawan terjun ke lapangan, soal jaga jarak tidak diperhatikan sehingga berkerumun untuk wawancara dengan narasumber," kata Gunawan. 

Baca juga: Jaga jarak, kendaraan pribadi diizinkan beroperasi saat PSBB di DKI

Baca juga: IAKMI dorong peran besar komunitas untuk penerapan PSBB


Gunawan mengatakan hal itu kemungkinan terjadi karena spontanitas dan refleks wartawan saat liputan di lapangan. Namun, bagaimana pun, wartawan tetap harus memperhatikan soal jaga jarak saat liputan di lapangan.

"Saat kita menginformasikan soal jara jarak, kita sendiri juga harus bisa menjadi duta informasi dengan melakukan jaga jarak saat liputan," tuturnya.

Gunawan mengakui pandemi COVID-19 juga menimbulkan dampak terhadap cara kerja dan bisnis media. Untuk menyikapi dampak tersebut, salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan melakukan efisiensi.

"Model peliputan secara daring saat pandemi ini sangat membantu media. Dulu kalau perlu wawancara narasumber di daerah, perusahaan harus memberikan anggaran untuk perjalanan. Kini, alam dan kondisi ternyata memberikan jalan keluar yang selama ini tidak kita sadari," katanya.

Gunawan mengatakan dampak pandemi COVID-19 paling banyak dirasakan media dari sektor bisnis lain, bukan dari penjualan produk, yaitu berita dan informasi.

"Secara bisnis, media memang harus melakukan banyak penyesuaian," ujarnya.

 Baca juga: Praktik jaga jarak fisik terkendala disiplin warga
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020