Mobil ambulans angkut pemudik diminta putar balik di Tabanan

Mobil ambulans angkut pemudik diminta putar balik di Tabanan

Ilustrasi - Mobil Ambulans yang memberikan pelayanan kepada pemudik lebaran. ANTARA/Mukhlis/am.

Tabanan (ANTARA) - Mobil ambulans dari komunitas info Warga Jember Ambulance Korwil Bali yang diduga angkut pemudik diminta putar balik di Pos Sekat Selabih, Tabanan, Bali.

Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wila Indrayani saat dihubungi di Denpasar, Sabtu malam, membenarkan bahwa pihaknya kemarin meminta sopir mobil ambulans itu untuk putar balik.

"Karena tidak ada surat-suratnya, kami minta putar balik," kata Wila Indrayani menegaskan.

Menurut keterangan dari sopir ambulans tersebut, pihaknya menerima telepon dari seseorang untuk meminta bantuan, kemudian si penelepon itu menunggu di depan klinik daerah Kediri Tabanan untuk diantar ke Jember, Jawa Timur.

Baca juga: Menko PMK siapkan ambulans gratis untuk melayani pemudik

Baca juga: Ambulans ACT disiagakan di Pelabuhan Merak untuk pemudik

Baca juga: Pemerintah siapkan ambulans motor untuk bantu pemudik


"Setelah dapat telepon, sopir ambulans itu langsung menjemput orang yang mengaku sakit tifus. Namun, hasil pemeriksaan laboratorium klinik di Tabanan menunjukkan bahwa orang tersebut dalam keadaan sehat," kata Wila Indrayani menjelaskan.

Selain itu, dari hasil pengecekan dalam mobil ambulans, lanjut dia, tidak ada pendampingan dari tenaga medis dan peralatan medis.

Petugas di Pos Sekat Selabih lantas memerintahkan ambulans tersebut untuk putar balik karena perjalanannya tidak dilengkapi surat rujukan dan kelengkapan surat keterangan jalan.

Pihak yang menelepon sopir ambulans itu, kata dia, adalah seorang perempuan bersama anaknya yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.

"Saat dilakukan pengecekan, sempat ada penolakan. Namun, setelah mendapatkan penjelasan dan pengertian bagaimana prosedur penanganan COVID-19 dan bagaimana aturan mudik, ambulans itu langsung balik kanan," katanya.
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020