Moda transportasi dibuka, Traveloka belum jual tiket kereta dan bus

Moda transportasi dibuka, Traveloka belum jual tiket kereta dan bus

Ilustrasi pilihan layanan pada fitur Traveloka Xperience oleh pengguna aplikasi Traveloka di Jakarta, Kamis (20/6/2019). (ANTARA/Dea N. Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Biro perjalanan daring Traveloka belum menjual tiket kereta api dan bus meski akses moda transportasi udara, darat dan laut kembali dibuka pada 7 Mei 2020 untuk penumpang yang sesuai kriteria dan memenuhi protokol kesehatan.

"Hingga saat ini, kami masih belum membuka akses penjualan tiket pesawat maupun kereta api pada platform kami, sesuai dengan himbauan dari pemerintah serta ketentuan para mitra kami," kata Head of Marketing, Transport, Traveloka Andhini Putri kepada ANTARA, Jumat.

Andhini menuturkan, PT Kereta Api Indonesia menerapkan kebijakan pembelian tiket Kereta Api Luar Biasa (KLB) hanya bisa dilakukan di stasiun keberangkatan.

Sedangkan untuk moda transportasi bus, Traveloka masih berkoordinasi dengan para mitra perusahaan Otobus terkait informasi resmi terbaru dalam penjualan tiket pada periode ini.

Untuk moda transportasi udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mengeluarkan kebijakan dalam Surat Edaran Nomor SE 31 Tahun 2020 tentang “Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)”.

Dalam kebijakan tersebut, dinyatakan bahwa pembelian tiket pesawat hanya dapat dilakukan langsung melalui pihak maskapai.

Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa mudik tetap dilarang. Penumpang yang boleh bepergian diatur dalam pembatasan dan penerapan protokol kesehatan sesuai dengan amanat Permenhub 18/2020 dan Permenhub 25/2020.

Dalam Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020, tertulis kriteria pengecualian bepergian dengan transportasi untuk orang-orang yang punya kebutuhan khusus seperti pasien yang butuh pelayanan kesehatan hingga repatriasi pekerja migran Indonesia.

Mereka harus memenuhi persyaratan untuk bepergian seperti menunjukkan KTP, menunjukkan surat tugas dan menunjukkan hasil tes negatif COVID-19.

Baca juga: Surat bebas corona dijual bebas, Tokopedia dan Bukalapak bertindak

Baca juga: RS Mitra Keluarga bantah keluarkan surat keterangan bebas COVID-19

Baca juga: Bangun optimisme, biro perjalanan siapkan diskon saat pandemi berakhir
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020