Umat Buddha tak rayakan Waisak di Mendut-Borobudur cegah COVID-19

Umat Buddha tak rayakan Waisak di Mendut-Borobudur cegah COVID-19

Sekretaris Wihara Mendut Kabupaten Magelang Wahyu Utomo. (ANTARA/Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Umat Buddha tahun ini tidak menyelenggarakan perayaan Waisak di Candi Mendut maupun Candi Borobudur untuk mencegah penularan virus corona jenis baru (COVID-19).

Sekretaris Wihara Mendut Wahyu Utomo di Magelang, Rabu, mengatakan perayaan Waisak 2564 BE/2020 berbeda dengan Waisak tahun-tahun lalu, karena saat ini terjadi pandemi COVID-19.

"Biasanya kami di Candi Mendut dan Candi Borobudur ada acara nasional dihadiri ribuan umat, tetapi tahun ini kita mengikuti imbauan dari pemerintah dan juga institusi tertinggi kami, yaitu melaksanakan Waisak di rumah," katanya.

Ia juga mencontohkan bahwa perayaan Waisak di wihara hanya orang-orang tertentu dengan jumlah terbatas.

"Jadi prosesi dari Mendut ke Borobudur seperti tahun-tahun kemarin tidak ada. Tahun ini memang tidak mengadakan prosesi tersebut sesuai dengan anjuran pemerintah untuk tidak berkerumun," katanya.

Baca juga: Bimas Buddha Kemenag RI imbau perayaan Waisak dilaksanakan dari rumah

Ia menuturkan pada Waisak tahun ini masing-masing majelis memiliki tema sendiri-sendiri, tetapi hal itu tidak menjadi masalah.

"Kami dari Majelis Theravada temanya adalah 'Kegotongroyongan untuk menjaga persatuan dan keamanan di Negara Indonesia'," katanya.

Ia mengimbau umat Buddha tidak perlu merayakan Waisak di wihara untuk menghindari berkerumun, tetapi mereka cukup merayakannya di rumah.

"Intinya Waisak adalah kembali lagi kita mengingat apa yang dilakukan Sang Buddha sehingga melaksanakan peribadatan di dalam rumah pun tidak menjadi masalah, yang paling penting adalah kembali mengulang yang pernah diajarkan oleh Buddha," katanya.

Baca juga: Umat Buddha ikuti detik-detik Waisak di Borobudur
 
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020