KOPMAS minta bantuan sembako agar perhatikan kandungan gizi

KOPMAS minta bantuan sembako agar perhatikan kandungan gizi

Karyawan menyiapkan makanan yang akan dibagikan kepada tenaga medis di Denpasar, Bali, Senin (6/4/2020). Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Bali bekerjasama dengan Bron Cafe Denpasar membuat program "Gizi untuk Medis" dengan membuat dapur umum untuk mengolah bahan makanan hasil donasi warga menjadi masakan yang didistribusikan setiap hari kepada tenaga medis yang bertugas selama pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Bidang Advokasi Koalisi Peduli Kesehatan Masyarakat (KOPMAS) Yuli Supriaty meminta agar bantuan paket sembako yang diberikan kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 memperhatikan kandungan gizi.

"Animo masyarakat dalam menggalang dana untuk membantu sesama dan inisiatif pemerintah daerah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak pandemi COVID-19 patut diapresiasi. Namun hendaknya harus memperhatikan kandungan gizi," ujar Yuli dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Ia menambahkan bantuan sembako yang diberikan kerap menyelipkan makanan instan, yang tidak baik bagi kesehatan seperti susu kental manis maupun mie instan.

Produk dengan kandungan gula tinggi, lanjut dia, dapat menimbulkan masalah gizi pada anak. Susu kental manis misalnya, jika diberikan kepada keluarga kurang mampu kemungkinan besar akan dijadikan minuman atau kalau punya anak akan diberikan kepada anak karena dianggap susu. Padahal itu bukanlah susu melainkan makanan tambahan.

Baca juga: Kagama Bali lakukan program Gizi untuk Medis

Baca juga: Ahli: Asupan air tetap dapat terpenuhi selama berpuasa


Oleh karena itu, aktivis kesehatan itu mengajak pemerintah maupun donatur untuk lebih memperhatikan produk-produk bantuan untuk masyarakat.

"Jika bantuan yang diberikan sembako, maka hendaknya yang diberikan bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Jangan makanan instan, lebih baik berikan beras dan telur sebagai sumber pemenuhan gizi untuk anak," imbuh Yuli.

Yuli juga meminta para orang tua untuk memperhatikan gizi anak selama pandemi COVID-19. Dari pada memberikan makanan instan pada anak, lebih baik memanfaatkan bahan makanan yang banyak disediakan di lingkungan sekitar.

Asupan protein untuk anak bisa didapat dari pangan lokal di sekitar. Misalnya daun kelor selain tinggi protein juga kaya dan vitamin C. Selain itu, protein juga bisa diperoleh dari tempe, tahu dan telur.

Baca juga: Pentingnya fokus pada gizi anak Indonesia di masa pandemi corona
Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020