KKP bagikan paket olahan ikan untuk pengemudi taksi dan ojek daring

KKP bagikan paket olahan ikan untuk pengemudi taksi dan ojek daring

Bantuan dari KKP kepada pengemudi taksi. ANTARA/HO-KKP/am.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membagikan paket olahan ikan untuk  pengemudi taksi dan ojek daring terdampak  pandemi sebagai bagian program Gemarikan Peduli Bencana COVID-19.

"Ini wujud kepedulian Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada para pekerja harian, khususnya pengemudi ojek online dan taksi yang masih terus bertugas untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah bencana COVID-19," kata Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.

Baca juga: KKP bagikan 560 paket bantuan di kawasan Pelabuhan Muara Baru Jakarta

Nilanto memaparkan, bantuan Gemarikan tahap satu telah diserahkan kepada tenaga medis di 10 rumah sakit di wilayah DKI Jakarta pada awal April lalu.

Sementara untuk tahap lanjutan, kata Nilanto, dilaksanakan selama tiga hari, tepatnya sejak 9 April hingga 14 April di 19 titik di kawasan Jabodetabek.

"Ada 1.800 paket bantuan yang berisi produk olahan ikan," ucapnya.

Lokasi penyerahan bantuan antara lain di kantor atau shelter Gojek di Kemang Timur, Petojo, Sumarecon Bekasi, Jalan Batu Gambir, Depok, Cilebut, Bogor, dan Tangerang serta kantor Grab Thamrin.

Selain itu, diserahkan pula di pool taksi Blue Bird di Kemayoran, Kelapa Gading, Marga Mulya Bekasi, Bogor, Depok, dan Ciputat; pool taksi Express di Bintaro, Depok; dan pool taksi Gamya di Kedoya, dan Condet.

Total bantuan produk olahan ikan yang dikucurkan sebanyak 11.800 unit senilai Rp266 juta. Produk tersebut berasal dari UMKM  pengolahan hasil perikanan di wilayah Bandung, Bogor, Sukabumi, dan Banjarnegara.

Adapun olahan ikan dalam bantuan ini terdiri dari 1.370 bungkus abon ikan, 1.130 bungkus ikan/udang krispi, 500 bungkus teri krispi, 800 bungkus keripik nila, abon cumi, stik tulang ikan, abon nila. Kemudian 1.500 bungkus kerupuk ikan, 1.500 bungkus sereal ikan, serta 5.000 ikan kaleng.

"Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu menyerap produk perikanan UMKM yang sedang mengalami kesulitan dalam memasarkan produknya saat pandemi COVID-19," ujarnya.

Untuk itu, dia mengutarakan harapannya agar pemerintah daerah menyambut ajakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo agar program serupa dilakukan di sejumlah daerah.

Sebelumnya, melalui program Gemarikan Peduli Bencana COVID-19, Menteri Edhy mengajak kepala daerah untuk berkolaborasi dalam hal pemenuhan gizi. Dengan begitu, masyarakat bisa semakin kuat untuk menangkal virus COVID-19.

"Saya berharap semua pemerintah daerah mendukung program Gemarikan Peduli Bencana COVID-19, menjadi sebuah gerakan kemanusiaan sekaligus mengampanyekan makan ikan untuk pemenuhan gizi keluarga," katanya.

Baca juga: KKP perkirakan panen budidaya capai 450 ribu ton kuartal II-2020
Baca juga: KKP siapkan penjualan ikan secara online hadapi COVID-19
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020