KKP: Tingkatkan imunitas dengan konsumsi ikan di tengah COVID-19

KKP: Tingkatkan imunitas dengan konsumsi ikan di tengah COVID-19

Warga membeli ikan di Pasar Pabean Surabaya, Jawa Timur, Jumat (14/2/2020). Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan konsumsi ikan nasional pada tahun 2020 sebesar 56,39 kilogram per kapita per tahun dan ditingkatkan menjadi 62,50 kilogram per kapita per tahun pada tahun 2024. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/ama. (ANTARA FOTO/DIDIK SUHARTONO)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan kembali menguatkan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dalam rangka meningkatkan imunitas tubuh di tengah merebaknya penyebaran virus corona atau COVID-19.

Koordinator Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa nutrisi pada ikan memang dibutuhkan oleh tubuh karena ikan mengandung protein tinggi, lemak omega 3, asam lemak tak jenuh, vitamin A, D, B6, dan B12, serta mineral yang semuanya baik untuk daya tahan tubuh.

"Ini salah satu upaya karena makan ikan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Makan ikan itu menyehatkan dan buat tubuh kita kuat," kata Rokhmin Dahuri.

Menurut dia, dengan rutin mengonsumsi ikan berarti membuat daya tahan tubuh meningkat serta tentunya tidak mudah terserang penyakit termasuk virus corona.

Untuk mendapatkan manfaat terbaik, ia mengimbau masyarakat untuk memasak ikan dengan cara yang baik dan bersih, serta melengkapi konsumsi ikan dengan sayur dan buah.

Sampai saat ini, lanjutnya, memang belum ditemukan vaksin COVID-19 sehingga ajakan makan ikan sebagai salah satu langkah antisipasi penularan.

Rokhmin mengemukakan, KKP akan terus mengkampanyekan Gemarikan ke berbagai daerah di Indonesia karena tujuan lainnya adalah untuk membantu tumbuh kembang anak menjadi cerdas dan sehat.

Ia menambahkan, KKP juga aktif menjaga kualitas ikan sebelum sampai ke tengah masyarakat. Untuk memastikan ikan yang masuk tidak terpapar virus, KKP melakukan deteksi menggunakan alat pendeteksi modern.

"Kami punya alat deteksi virus canggih. Dipastikan konsumi ikan bebas virus corona," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Megawati ini.

Berdasarkan data KKP, jumlah konsumsi ikan di Tanah Air pada 2019 mencapai 54,45 kilogram per kapita, sedangkan tahun 2018 sebanyak 50,9 kilogram per kapita.

KKP menargetkan tingkat konsumsi ikan naik menjadi 56,39 kilogram per kapita pada tahun 2020 ini.

Senada, Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto berpesan agar masyarakat mulai membiasakan mengkonsumsi ikan guna meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh masing-masing.

"Mari mulai sekarang biasakan konsumsi ikan untuk tingkatkan stamina tubuh. Virus hanya bisa dilawan saat tubuh kita fit," ucapnya.

Baca juga: KKP targetkan konsumsi ikan 62,5 kg/kapita pada 2024
Baca juga: KKP: Konsumsi ikan bakal berdampak kepada daya saing bangsa
Baca juga: Menteri Edhy Prabowo: Konsumsi ikan solusi cepat atasi "stunting"
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020