Pertama kali jadi dubber, Hamish Daud diminta tirukan suara badak

Pertama kali jadi dubber, Hamish Daud diminta tirukan suara badak

Aktor Hamish Daud menghadiri acara Gala Premier film Animasi Riki Rhino di Jakarta, Senin (24/2/2020). Hamish dalam film Riki Rhino menjadi pengisi suara Riki Si Badak Sumatra. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp/pri.

Jakarta (ANTARA) - Pertama kali menjadi pengisi suara atau dubber, aktor Hamish Daud diminta menirukan suara badak untuk film animasi "Riki Rhino".

Suami Raisa Andriana itu mengaku awalnya bingung saat diminta menirukan suara badak untuk mengisi suara karakter utama yang bernama Riki.

"Proses dubbing seru karena saya belum pernah sebelumnya. Awal saya disuruh silahkan bikin suara kayak badak. Saya enggak tahu suara badak kayak gimana," kata Hamish Daud saat ditemui usai pemutaran perdana film "Riki Rhino" di Jakarta, Senin.

Akhirnya Hamish pun berusaha menirukan suara badak dengan versinya sendiri yang menurutnya terdengar sedikit kecil.

"Suaranya agak kecil enggak sesuai bentuk badannya dan saya bikin versi saya," jelas dia.

Film animasi "Riki Rhino" bercerita tentang Riki, seekor badak sumatra muda yang kehilangan culanya setelah diambil oleh pemburu bernama Mr. Jak.

Untuk mendapatkan kembali cula yang telah dicuri, Riki memulai petualangan seru bersama Beni. Riki kemudian mendapatkan kekuatan tersembunyi dari hewan yang diselamatkannya dalam perjalanan. Dengan kekuatan itu, Riki kemudian berusaha mendapatkan kembali culanya.

File animasi "Riki Rhino" diproduksi oleh Batavia Pictures. Film ini juga mengajak sejumlah bintang sebagai pengisi suara, seperti Ge Pamungkas, Zack Lee, Dimas Danang, Niken Anjani, Aurel Hermansyah, hingga Mo Sidik.

Film besutan sutradara Erwin Budiono itu akan tayang di bioskop mulai tanggal 27 Februari 2020.

Baca juga: Ridwan Kamil main di film "Riki Rhino" jadi elang

Baca juga: Debut Hamish Daud sebagai dubber, bingung cari suara badak

Baca juga: Memperkenalkan badak sumatra lewat film animasi "Riki Rhino"
Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020