Mendikbud berbelasungkawa atas insiden siswa SMPN 1Turi Sleman

Mendikbud berbelasungkawa atas insiden siswa SMPN 1Turi Sleman

Tim dari Kemendikbud berkoordinasi dengan Bupati Sleman Sri Purnomo (tiga kanan) di Puskesmas Turi untuk kesiapan tempat merawat pasien atau jenazah korban siswa-siswa yang hanyut di Sungai Sempor, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (22/2/2020). ANTARA/HO-Kemendikbud/aa.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim menyampaikan belasungkawa atas tragedi yang menimpa siswa SMPN 1 Turi yang menjadi korban insiden di Sungai Sempor, Slema, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Saya menyampaikan belasungkawa dari lubuk hati yang paling dalam atas tragedi ini. Semoga orang tua serta keluarga siswa yang menjadi korban jiwa dapat diberi kekuatan menghadapi cobaan ini," ucap Mendikbud Nadiem pada rilis yang diterima di Jakarta,  Sabtu.

Selain itu, Mendikbud juga berharap agar siswa-siswa yang mengalami luka serta trauma akibat insiden dalam kegiatan susur sungai itu segera mengalami kesembuhan serta pemulihan.
Baca juga: 45 lembaga lakukan pencarian dan evakuasi siswa hanyut di Sleman
Baca juga: Kemendikbud : Sekolah harus mempertimbangkan keselamatan siswa

Saat ini, kata dia, Tim  Kemendikbud telah bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat serta berbagai pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan para korban menjadi prioritas.

Mendikbud juga sudah meminta Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) dan Tim dari Inspektorat Jenderal untuk segera melakukan investigasi di lapangan.

Saat ini Sekretaris Jenderal  dan Inspektur Jenderal Kemendikbud sedang berada di lokasi untuk meninjau dan memberikan arahan untuk menelusuri penyebab insiden itu bisa terjadi, kata Mendikbud.
Baca juga: Menteri Sosial minta kecelakaan siswa SMPN 1 Turi diselidiki tuntas
Baca juga: Polda DIY akan periksa insiden ratusan siswa SMPN 1 Turi hanyut


Kejadian ini dapat menjadi contoh bagi setiap sekolah untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan aktivitas di luar sekolah.

“Sekolah mesti benar-benar memastikan semua kegiatan di bawah pembinaan sekolah agar dapat mengutamakan keamanan dan keselamatan siswa, iItu yang terpenting. Jadi harus dipertimbangkan secara matang," tegas Mendikbud Nadiem.

Ada 249 siswa kelas VII dan VIII SMPN 1 Turi mengikuti aktivitas susur sungai sebagai bagian dari ekstrakulikuler Pramuka.

Insiden dalam kegiatan itu sejauh ini sudah menewaskan delapan orang siswa dan dua siswa lainnya belum terkonfirmasi.
Baca juga: PMI DIY terjunkan 104 personel bantu pencarian siswa SMPN Turi hanyut
Baca juga: Kinerja personel gabungan siswa hanyut Sleman diapresiasi Kabasarnas

Sultan temui orang tua siswa korban susur sungai

Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020