Belanda gandeng ITS sebagai mitra institusi pendidikan maritim

Belanda gandeng ITS sebagai mitra institusi pendidikan maritim

Kapal keruk Ghasha pesanan Abu Dhabi sedang dibangun di Galangan Kapal Belanda Royal IHC. Foto diambil pada Senin (17/2/2020) . (ANTARA/Rahmad Nasution)

Den Haag (ANTARA) - Kunjungan kenegaraan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dari Belanda ke Indonesia pada 10-13 Maret 2020 akan diisi dengan penandatanganan surat perjanjian (letter of intent/LoI) kerja sama bidang konstruksi kapal dan kemaritiman dengan ITS.

Perihal rencana penandatanganan LoI dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu terungkap dalam pertemuan delegasi wartawan Indonesia dengan kalangan industri Belanda di kantor Industri Galangan Kapal Damen Gorinchem, Senin (17/2).

Penandatanganan LoI bidang konstruksi kapal dan kemaritiman saat kunjungan kenegaraan Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima atas undangan Presiden Joko Widodo itu menjadikan ITS salah satu mitra institusi pendidikan bagi Belanda.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Damen itu, Direktur Regional Damen di Indonesia Gysbert Boersma memaparkan perihal perjalanan panjang kerja sama pihaknya dengan Indonesia, termasuk pengadaan beberapa kapal perang TNI dan transfer teknologi.
Kapal perang TNI (HO/Damen)


Di antara kapal perang TNI buatan industri galangan kapal yang mempekerjakan 12 ribu orang dengan pendapatan mencapai dua miliar Euro ini adalah fregat "SIGMA 10514 Perusak Kawal Rudal (PKR)".

Menurut Boersma, selama 15-20 tahun terakhir, pihaknya telah memproduksi setidaknya 30 kapal di Indonesia melalui kerja samanya dengan mitra bisnis lokal seperti PT PAL Indonesia, Steadfast Marine Tbk., dan PT Dumas Tanjung Perak Shipyard.

Pihaknya pun mendukung pengembangan sumberdaya manusia terampil, manajemen, dan kepemimpinan dalam industri maritim melalui "Naval Shipbuilding Academy" di Surabaya, katanya.

Terkait dengan kerja sama pendidikan bidang maritim dengan Belanda ini, Departemen Teknik Transportasi Laut ITS tercatat sebagai salah satu mitra institusi pendidikan dalam pengembangan vokasi bidang maritim.
Suasana di pabrik Galangan Kapal Damen ((ANTARA/Rahmad Nasution))


Menurut laman resmi ITS, pejabat Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia bersama beberapa mitra industri dan pendidikan dari negara itu telah pun pernah bertemu dengan Rektor ITS Prof.Mochamad Ashari di Rektorat ITS pada 23 Agustus 2019.

Kerja sama ini merupakan jawaban atas kunjungan Presiden Joko Widodo ke Belanda pada April 2016 dimana salah satu poin yang ditindaklanjuti dalam kunjungan tersebut adalah peningkatan kapasitas SDM dalam bidang maritim pada ranah pendidikan vokasi.

Dalam hal ini, Departemen Teknik Transportasi Laut ITS akan berkolaborasi dengan pihak Belanda dalam pengembangan kurikulum untuk kemudian diimplementasikan oleh Politeknik Pelayaran Surabaya (PPS) dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) sebagai institusi pendidikan vokasi kemaritiman.

Baca juga: ITS-Nuffic Belanda kembangkan teknologi pelabuhan
Baca juga: Kapal Jalapatih 2 ITS lolos di Belanda
Pewarta : Rahmad Nasution
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020