Relawan PMI Tangerang hibur anak korban banjir untuk hilangkan trauma

Relawan PMI Tangerang hibur anak korban banjir untuk hilangkan trauma

Sejumlah relawan PMI Kota Tangerang, Banten memberikan hiburan kepada anak-anak korban banjir yang tinggal sementara di pengungsia GOR Perumahan Total Persada Kecamatan Periuk. (ANTARA/HO/PMI Kota Tangerang)

Tangerang, Banten (ANTARA) - Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang, Banten menghibur puluhan anak korban bencana banjir yang mengungsi di wilayah Perumahan Total Persada Kecamatan Periuk.

"Pelayanan pendamping Psychosocial Support Programe (PSP) kepada anak-anak ini sebagai terapi untuk memulihkan rasa trauma mereka pascabanjir yang merendam rumahnya," kata Pendamping PSP Kota Tangerang Astuti melalui sambungan telepon, Minggu.

Kegiatan ini juga bertujuan agar anak sedikit demi sedikit bisa melupakan kesedihannya dan mengembalikan keceriaannya. Apalagi selama tujuh hari permukiman mereka terendam banjir dan harus tinggal di pengungsian sudah dipastikan merasakan kejenuhan.

Dengan cara menghibur melalui berbagai edukasi permainan ternyata anak-anak mulai kembali ceria dan terlihat senang serta lupa bahwa mereka adalah korban banjir.

Baca juga: Pemkot Tangerang gandeng BPPT atasi banjir Periuk

Menurut dia melalui permainan edukatif, bernyanyi dan bercerita serta berinteraksi langsung dengan anak-anak memudahkan pihaknya dalam menjalankan misinya yakni menghilangkan rasa traumanya.

Di sela kegiatan, para sukarelawan ini mengenalkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sosialisasi ini perlu dilakukan karena pascabanjir biasanya banyak genangan air, lumpur dan sampah yang bisa menjadi sumber penyakit.

"Kami berharap mereka tetap memiliki semangat dan mental yang kuat menghadapi musibah yang menimpa dirinya dan keluarganya," tambahnya.

Sementara, Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang Ade Kurniawan mengatakan kegiatan ini diadakan untuk menghibur dan menghilangkan trauma dari musibah yang dialaminya, karena yang paling menderita itu anak-anak. "Apalagi di usia tersebut, mereka belum paham beratnya hidup atas ujian yang dialaminya."

Pihaknya juga terus berupaya melakukan pelayanan-pelayanan terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir. Seperti pelayanan dapur umum, pemeriksaan kesehatan, distribusi logistik dan melakukan pelayanan pendamping PSP yang tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga orang dewasa. 

Baca juga: Bantu korban banjir Periuk, posko kesehatan "mobile" disiapkan Dinkes
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020