Bantu korban banjir Periuk, posko kesehatan "mobile" disiapkan Dinkes

Bantu korban banjir Periuk, posko kesehatan

Pelayanan kesehatan oleh petugas Dinkes Kota Tangerang, Banten kepada warga terdampak banjir di Kecamatan Periuk, Kamis (6/2/2020). Dinkes menyediakan posko kesehatan bergerak (mobile) dalam melayani korban banjir di wilayah itu. (FOTO ANTARA/HO-Dinkes Kota Tangerang)

Tangerang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Provinsi Banten  menyediakan posko kesehatan bergerak (mobile) dalam melayani korban banjir di wilayah Kecamatan Periuk.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Liza Puspadewi di Tangerang, Kamis mengatakan, ada delapan posko kesehatan yang tersebar di beberapa wilayah itu, yaitu Posko Taman Elang RW16, Posko Periuk Damai RW 08, Masjid Al Jihad, Posko Kecamatan Periuk, Puskesmas Gembor, Masjid Mujahidin RW08 Total Persada Kelurahan Gembor, RW21 Garden City Kelurahan Gebang Raya, RW13 Perumahan Villa Tangerang Indah Gebang Raya, dan Posko Kesehatan di Pasir Jaya RW. 2.

Selain itu, juga ditambah posko bantuan yaitu di Posko Kesehatan Kelurahan Gebang Raya, Kecamatan Periuk dan Posko Bantuan Periuk Damai RW08 Masjid Al Jihad.

Ia menjelaskan masing-masing posko dilengkapi lima petugas kesehatan yang disiapkan untuk melayani masyarakat. "Untuk di wilayah Periuk Jaya, disediakan satu posko "mobile" yang siap bergerak melayani kesehatan masyarakat," kata Liza.

Posko yang ada itu akan bergerak sesuai dengan titik banjir. Jika di titik awal surut posko tersebut akan pindah ke titik yang masih banjir dan membutuhkan.

"Masing-masing posko kesehatan bisa menangani sebanyak 30 hingga 50 orang pasien," katanya.

Adapun terkait penyakit yang ditangani di posko kesehatan, menurut data yang dihimpun dari Posko Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, penyakit terbanyak akibat banjir Februari 2020, antara lain dermatitis (eksim kulit) sebanyak 73 orang, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) sebanyak 62 orang, chepalgia (sakit kepala) sebanyak 53 orang, mialgia sebanyak 24 orang, gastritis (radang lambung) sebanyak 10 orang dan diare sebanyak 1 orang.

Pihaknya berharap masyarakat dapat menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar dari tercemarnya bakteri-bakteri penyakit, terlebih kondisi pascabanjir.

Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu dengan sering mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, menjaga pola makan dan pola tidur, hingga memastikan lingkungan tetap dalam keadaan bersih.

“Terus waspada, istirahat cukup dan jaga asupan makan agar kondisi fit sehingga penyakit tidak mudah menyerang tubuh kita,” demikian Liza Puspadewi.

Baca juga: Empat ribu rumah di Periuk Tangerang terendam

Baca juga: Iriana Joko Widodo kunjungi korban banjir di Periuk Tangerang

Baca juga: Pemkot Tangerang gandeng BPPT atasi banjir Periuk

Baca juga: BPBD Kota Tangerang evakuasi warga terdampak banjir di Periuk
Pewarta : Achmad Irfan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020