Firman dukung langkah KLHK putus kerja sama dengan WWF Indonesia

Firman dukung langkah KLHK putus kerja sama dengan WWF Indonesia

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Firman Subagyo (Antaranews/HO/Firman S)

Bogor (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memutus kerja sama dengan Yayasan World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, karena ditengarai ada pihak lain yang memanfaatkan kerja sama tersebut.

Firman Subagyo mengatakan hal itu melalui telepon genggamnya, Senin, menanggapi keputusan KLHK yang memutus kerja sama antara KLHK dengan Yayasan WWF Indonesia itu.

"Saya sudah lama mengusulkan kepada Pemerintah agar kerja sama dengan Yayasan WWF diakhiri," katanya.

Menurut Firman, ketika dirinya menjadi pimpinan Komisi IV DPR RI, pada periode 2009-2014, telah mengusulkan kepada Pemerintah saat itu, agar kerja sama dengan Yayasan WWF Indonesia diakhiri, karena dinilai tidak memberikan manfaat bagi KLHK. "Kalau saat ini KLHK mengakhiri kerja sama dengan WWF Indonesia, pastinya saya dukung,” ujar Firman.

Politisi senior Partai Golkar ini menjelaskan, pertimbangannya mendukung langkah KLHK, karena adanya indikasi kepentingan pihak lain yang memanfaatkan kerja sama antara Yayasan WWF Indonesia dengan KLHK.

Menurut Firman, jika KLHK mampu menangani bidang lingkungan dan kehutanan dengan baik, tidak perlu lagi menjalin kerja sama dengan non-governmnet organization (NGO) asing. "Realitasnya adanya kerja sama itu hasilnya tidak lebih baik. Jadi, KLHK tidak perlu khawatir mengakhiri kerja sama dengan Yayasan WWF," katanya.

Firman Subagyo juga mengusulkan agar KLHK meminta WWF Indonesia melakukan audit kinerja dan audit investigasi. "Hal ini sangat penting untuk transparansi dalam konteks kerja sama," katanya.

Baca juga: Melemahnya perlawanan korupsi pengaruhi usaha pelestarian lingkungan

Baca juga: WWF hormati putusan KLHK yang akhiri kerja sama lebih awal

Baca juga: WWF Indonesia-FWD Life kerja sama selamatkan lingkungan
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2020