Kerajaan Kandang Wesi di Garut ajarkan budaya dan seni bela diri

Kerajaan Kandang Wesi di Garut ajarkan budaya dan seni bela diri

Pimpinan Paguron Syahbandar Kari Madi, Nurseno SP Utomo menunjukan Situs Batu Pamegaran Kandang Wesi di Padepokan Syahbandar Kari Madi, Desa Tegalega, Pakenjeng, Garut, Jumat (24/1/2020). ANTARA/Feri Purnama

Garut (ANTARA) - Kerajaan Kandang Wesi atau Paguron Syahbandar Kari Madi yang berdiri di Desa Tegalega, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengajarkan kepada pengikutnya tentang menjaga budaya, tradisi dan seni bela diri untuk membangun kebaikan dan keselarasan hidup manusia dengan alam.

"Kita di sini hanya menjaga budaya, tradisi, dan seni bela diri," kata pimpinan Paguron Syahbandar Kari Madi, Nurseno SP Utomo di Kandang Wesi, Desa Tegalega, Pakenjeng, Garut, Jumat.

Ia menuturkan, Kerajaan Kandang Wesi saat ini hanya sebagai tempat atau padepokan untuk melakukan kegiatan seni bela diri dan ilmu kebatinan sekaligus menjaga situs berupa batu peninggalan zaman dulu.
Baca juga: 2 Alun-alun di Cirebon direnovasi 2019

Ia menyampaikan, di padepokan yang dikelola saat ini terdapat Situs Batu Pamegaran peninggalan zaman kerajaan yang saat ini masih terjaga dengan baik.

"Sampai sekarang situs batu ini kita jaga, kita juga menjaga tradisi kita, menjaga budaya dan ilmu batin, agar kita hidup lebih nyaman, tenang," katanya.

Terkait adanya tuduhan menyebarkan ajaran sesat, kata Nurseno, itu tidak benar, karena selama ini aktivitasnya tidak ada struktur seperti kerajaan, melainkan hanya nama saja yang bisa disebut sebagai padepokan.

"Dulu Kandang Wesi adalah kerajaan, karena ini ada situsnya, jadi saya mewakili pengemban adat budaya keilmuan Syahbandar Kari Madi," katanya.
Baca juga: Gubernur Jabar buka Festival Keraton Nusantara Ke-11 di Cirebon
Baca juga: Sultan HB X minta masyarakat waspada modus penipuan kerajaan fiktif


Meski dulu pernah ada kerajaan, kata Nurseno, dirinya tidak mendeklarasikan sebagai raja, bahkan tidak memiliki keinginan kekuasaan tetapi sebaliknya ingin membantu pemerintah.

Gerakan menjaga budaya itu, kata Nurseno, menjadikan dirinya mendapatkan penghargaan berupa gelar raja, bahkan diberi atribut seperti selendang kebesaran dari Forum Keraton Nusantara yang diproduksi di Inggris.

"Penghargaan itu dari Forum Keraton Nusantara tahun 2015 karena berjasa di bidang pelestarian ragam budaya juga mendirikan padepokan yang didirikan sejak tahun 1998," katanya.
Baca juga: Polisi sudah periksa sejumlah anggota "Sunda Empire"
Pewarta : Feri Purnama
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020