Polres Pamekasan selidiki penusukan anggota polisi

Polres Pamekasan selidiki penusukan anggota polisi

Lokasi penusukan anggota polisi di Jalan Pongkoran Kelurahan Gladak Anyar Pamekasan. (ANTARA/Abd Aziz)

Pamekasan (ANTARA) - Anggota Polres Pamekasan, Jawa Timur dibacok orang tak dikenal di salah satu rumah warga di Jalan Patemon, Pamekasan, Selasa, dan saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan.

"Berdasarkan laporan yang saya terima, anggota Polres Pamekasan yang dibacok itu bernama Imam Sutrisno asal Desa Teja, Pamekasan, dan saat ini anggota sedang melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari.

Baca juga: Sopir mikrolet 08 serahkan diri ke polisi

Baca juga: Polisi tangkap pelaku penusukan wanita hingga tewas di Cakung

Baca juga: Polisi: Pelaku penusukan santri konsumsi obat terlarang


Peristiwa penusukan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB di sebuah rumah di Jalan Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan.

Kapolres tidak menceritakan secara detail tentang kronologis kasus ini, karena masih dalam penyelidikan tim Reskrim Polres Pamekasan.

Sementara versi warga di lokasi kejadian di Jalan Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan menyebutkan, peristiwa itu terjadi saat anggota polisi yang bernama Imam Sutrisno masuk ke rumah itu.

"Rumah ini milik anggota TNI, tapi belum ditempati dan hanya dijadikan tempat memelihara burung saja," kata warga setempat, Dion.

Imam Sutrisno masuk ke rumah itu secara baik-baik layaknya hendak bertamu sebagaimana biasanya, akan tapi akhirnya keluar dengan kondisi luka tusuk.

Saat keluar dari rumah itu, Imam sudah dalam kondisi luka, dan ia langsung menaiki sepeda motor Honda Scoopy warna hitam yang dibawanya itu.

Dion dan warga di Jalan Pongkoran lainnya menduga, yang bersangkutan hendak menuju RSUD Pamekasan. Namun, sesampainya di Jalan Agus Salim, dekat Bank SPM yang bersangkutan jatuh, karena banyaknya darah yang keluar dari bekas luka tusuk di pinggangnya.

Sementara, di lokasi kejadian, polisi telah memasang garis polisi dan melarang warga mendekati rumah itu.

Ceceran darah yang telah mengering terlihat dari pintu depan rumah itu hingga ke jalan raya di depan rumah milik anggota TNI tersebut.

Kabar yang berkembang di sekitar lokasi kejadian menyebutkan, bahwa kasus itu terjadi karena persoalan perempuan antara anggota Polres Pamekasan dengan anggota TNI itu.

"Motifnya masih kita selidiki. Itu baru kabar yang tak bisa dipertanggung jawabkan. Tapi kalau ada anggota polres yang tertusuk itu memang benar," kata Kasubbag Humas Polres Pamekasan Iptu Nining Diyah Puspitasari dalam keterangan persnya di Mapolres Pamekasan, Selasa sore.
Pewarta : Abd Aziz
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019