BATAN dan Pemkab Klaten hasilkan dua varietas unggul padi rojolele

BATAN dan Pemkab Klaten hasilkan dua varietas unggul padi rojolele

Deputi Kepala Batan Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir Efrizon Umar (nomor dua dari kanan) dan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Klaten Suharna (kiri) menyampaikan paparan dalam pertemuanĀ Capaian Science Techno Park Batan 2015-2019 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa 03/12/2019). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Klaten, Jawa Tengah (ANTARA) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Pemerintah Kabupaten Klaten melalui program Agro Techno Park (ATP) Klaten berhasil mengembangkan dua varietas unggul yang bernama Rojolele Srinar dan Srinuk dari padi lokal Rojolele di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

"Terkait pemuliaan tanaman, Alhamdulillah Kabupaten Klaten sudah berhasil kerja sama dengan BATAN memperbaiki varietas Rojolele sehingga menghasilkan dua varietas anaknya yang kebetulan dua bulan lalu sudah masuk sertifikat kita dari Kementerian Pertanian," kata Deputi Kepala Batan Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir Efrizon Umar dalam pertemuan Capaian Science Techno Park Batan 2015-2019 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa.

Varietas ini memiliki umur panen lebih pendek yakni dari awalnya 165 hari menjadi 110 hari. Pengembangan varietas unggul padi dengan teknologi nuklir itu memiliki rasa pulen dan wangi.

Baca juga: Enam pemulia tanaman terima penghargaan di Hari Pangan Se-Dunia
Baca juga: LIPI perkenalkan varietas unggul padi gogo pada Hari Tani Nasional


Erifzon menuturkan dengan menanam varietas padi unggul, maka penghasilan petani akan meningkat karena produktivitas padi meningkat antara lain dari 6 ton per hektare menjadi 10 ton per hektare.

BATAN membina ATP Polewali Mandar di Sulawesi Barat, ATP Klaten di Jawa Tengah, dan ATP Musi Rawas di Sumatera Selatan.

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutan yang dibacakan Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Klaten Suharna mengapresiasi kerja sama tersebut yang telah menghasilkan varietas unggul dari padi lokal Rojolele untuk mendorong produktivitas pertanian setempat.

Baca juga: Batan kembangkan varietas padi unggul-tanaman sela untuk swasembada
Baca juga: Varietas padi unggul tahan cuaca ekstrem akan dikembangkan Batan


Suharna mengatakan salah satu langkah yang ditempuh dalam mengoptimalkan pembangunan di bidang pertanian dan peternakan adalah dengan menjalin kerja sama dengan BATAN yang telah terbukti memiliki tenaga ahli yang kompeten dan hasil-hasil penelitian yang dapat diterapkan sehingga membawa banyak manfaat bagi Kabupaten Klaten.

"Penemuan terbaru kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan BATAN adalah varietas padi Rojolele dengan Srinar dan Srinuk yang telah berhasil panen dan saat ini dikembangkan ke masyarakat luas," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Klaten sedang menyiapkan benih varietas padi unggul ini untuk disebar ke masyarakat luas dan ditanam secara luas di wilayah itu. Varietas unggul ini memiliki umur panen lebih pendek, tubuh lebih pendek sehingga tidak mudah roboh dan tahan hama. Diharapkan pada pertengahan 2020, akan dapat disebarkan ke masyarakat.

Suharna berharap kerja sama semacam itu dapat terus terjalin dan dilanjutkan sehingga menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat seperti beras sehat inovasi nuklir.

Baca juga: Musi Rawas panen perdana padi unggul Kahayan
Baca juga: Petani Sulbar minati beras "nuklir" Batan


 

 
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019