Oknum dinas yang "jual nama" Gubernur Kalbar terancam dicopot

Oknum dinas yang

Gubernur Kalbar, Sutarmidji. (FOTO ANTARA/Rendra Oxtora)

Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menyatakan akan segera mencopot sejumlah oknum di dinas yang "menjual" namanya untuk meminta imbalan dengan jumlah persen tertentu dari pelaksana proyek yang akan dan sedang berlangsung di Kalbar.

"Saya sudah dengar, dia mengatasnamakan saya untuk meminta persenan, tapi dia bangun rumah besar-besar. Tunggu saja tanggal mainnya, siap-siap saya copot," kata Sutarmidji di Pontianak, Senin.

Terkait pengadaan proyek dan penunjukan pelaksana proyek yang ada di Kalbar, dirinya meminta kepada semua dinas yang ada, khususnya diknas teknis untuk bisa profesional dalam menunjuk atau memilih pelaksana proyek.

"Jangan percaya kalau ada tim sukses atau orang dekat saya yang mengatasnamakan saya untuk mendapatkan proyek. Profesional saja, jika memang orang itu berkompeten, silakan. Namun tentu harus mengikuti prosedur dan mekanisme yang ada," katanya.

Namun, kata dia, jika hanya untuk "menjual" namanya sebagai gubernur guna mendapatkan proyek, dirinya meminta untuk melakukan klarifikasi langsung terhadapnya.

"Saya minta kepada semua dinas untuk bisa profesional dan memilih kontraktor pelaksana proyek atau pengadaan yang benar-benar bisa bekerja. Bukan karena faktor kedekatan dengan saya, jika ada yang demikian, laporkan langsung ke saya," katanya.

Demikian dengan juga para kontraktor pelaksana proyek, dia juga meminta agar tidak percaya begitu saja ketika ada orang dinas yang menyatakan kalau dirinya minta persenan pelaksanaan proyek.

"Tidak benar itu, saya tidak pernah melakukannya. Yang ada, dia jual nama saya, persenannya untuk dia sendiri dan saya sudah tahu orangnya," demikian Sutarmidji.

Baca juga: Kalbar dapat lima proyek strategis pembangunan nasional

Baca juga: Gubernur Kalbar minta Dinas PUPR selektif pilih konsultan pengawas proyek

Baca juga: Akademisi Untan harapkan riset HT bukan untuk kepentingan proyek
Pewarta : Rendra Oxtora
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019