Menko PMK ingatkan pentingnya 1.000 hari pertama saat rakornas

Menko PMK ingatkan pentingnya 1.000 hari pertama saat rakornas

Ketua KPK Agus Rahardjo (kedua kiri) menyampaikan pendapat disaksikan (dari kiri) Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Polhukam Mahfud MD, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo saat diskusi panel I Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/pri.

Bogor (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan masyarakat agar memerhatikan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan anak.

"Pentingnya kita memulai 1.000 hari pertama yang akan datang justru dimulai dari remaja putri yang akan menjadi ibu rumah tangga," kata dia pada rapat koordinasi nasional (rakornas) di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Karena, ujar Muhadjir pada kenyataannya banyak faktor yang berpengaruh terhadap keadaan wanita remaja tersebut ketika siap atau akan menjadi ibu rumah tangga.

Baca juga: Tahun pertama Menko Polhukam bereskan persoalan substansi hukum

Sebagai contoh, banyak remaja yang akan menikah melakukan diet untuk menjaga kelangsingan tubuh sehingga menahan berbagai macam makanan yang bisa memengaruhi tingkat kesuburan.

"Diet yang dilakukan itu juga berdampak pada kesuburan terutama saat remaja menghadapi menstruasi kemudian tidak ada tambahan darah hal itu bisa berpengaruh," ujarnya.

Akibatnya, keturunan yang dilahirkan oleh ibu tersebut bisa terganggu dari segi pertumbuhan kesehatan salah satunya stunting atau kondisi tubuh pendek anak jika dibandingkan anak seusianya.

Ia mengingatkan stunting tidak dimulai ketika anak sudah lahir melainkan sejak janin dalam kandungan ibu. Hal itu bisa disebabkan cara perawatan yang salah.

"Jadi tugas kita pada waktu anak masih dalam kandungan adalah menghindari sejauh mungkin jangan sampai melahirkan anak yang cacat atau stunting," katanya.

Oleh karena itu, ujarnya, para orang tua harus bisa memerhatikan 1.000 hari pertama kehidupan anak dan ditambah dua tahun pemberian gizi. Jika hal itu bisa dilakukan maka gizi buruk, stunting dan lain sebagainya dapat diatasi di Tanah Air.

Rakornas Indonesia maju yang diselenggarakan di SICC membahas sejumlah aspek yaitu kebijakan strategis 2020-2024, pembangunan sumber daya, dan pembangunan infrastruktur.

Selanjutnya, penyederhanaan regulasi reformasi dan birokrasi, transformasi ekonomi I dan ekonomi II.

Baca juga: Banyuwangi luncurkan Program Aku Beraksi atasi kekerdilan
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019