Pekanbaru (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Wira Marzuki bin Yahya mengharapkan rencana kerja sama Indonesia dengan Malaysia dalam hal pembukaan rute kapal Roro dari Kota Dumai di Provinsi Riau ke Malaka, Malaysia, bisa beroperasi pada 2020.

Hal tersebut disampaikan Datuk Wira Marzuki usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Riau Syamsuar, di Kota Pekanbaru, Sabtu.

"Saya harapkan kedua pihak jalankan perkara ini dipercepatkan. Kita mau tahun 2020 di antara Malaysia, Malaka dan Dumai bisa dijalankan," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) Malaysia itu.

Datuk Wira Marzuki bin Yahya mengunjungi Riau pada 1 hingga 3 November 2019 atas undangan Gubernur Provinsi Riau Syamsuar.

Ia mengatakan terwujudnya rute kapal fery Roro Dumai-Malaka bisa membawa keuntungan bagi kerja sama kedua negara. Karena itu, pemerintah Malaysia mendukung agar pembukaan rute jalur laut tersebut bisa dipercepat.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar mengatakan Pemprov Riau sudah melakukan persiapan di Pelabuhan Sri Junjungan, Kota Dumai, untuk mendukung rencana pembukaan rute Roro Dumai-Malaka. Ia percaya dengan adanya akses laut tersebut bisa membawa manfaat besar untuk kemajuan daerah.

"Dengan beroperasinya penyeberangan Roro Dumai-Malaka akan mampu meningkatkan sektor pariwisata, perdagangan, perindustrian, dan pendidikan," ujar Syamsuar.

Sebelumnya, rencana uji coba Roro Dumai-Malaka dengan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Belanak GT 1.100 dari Kota Dumai pada bulan September terpaksa ditunda, karena kondisi kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengganggu jarak pandang dan berbahaya bagi kesehatan.

Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan Kota Dumai Mahadi Ferdinand menjelaskan, penundaan berangkat KMP Belanak dari Dermaga Roro Dumai ke Dermaga Tanjung Beruas Malaysia berdasarkan surat diterima dari Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan RI tertanggal 16 September 2019.

"Informasi kami terima ujicoba pengoperasian Roro Dumai Malaka ditunda karena kondisi cuaca berasap ini hingga waktu ditentukan," kata Mahadi.

Dalam surat Kemenhub itu, rencana semula pertemuan delegasi Malaysia dengan Pemerintah RI dan Provinsi Riau dijadwalkan 17-19 September 2019 akhirnya ditunda, termasuk ujicoba sandar KMP Belanak di Dermaga Roro Dumai Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat.

Dinas Perhubungan Dumai terus mempersiapkan sisi darat Pelabuhan Roro Bandar Sri Junjungan, dan sudah dibentuk tim persiapan operasi Roro Dumai-Malaka. Sebagai penangggungjawab sisi darat, sejumlah sarana prasarana sudah disiapkan, di antaranya, ruang tunggu, ruang perkantoran, toilet dan musalla serta lainnya, namun tetap harus dibenahi.

Uji coba pengoperasian Roro Dumai Malaka direncanakan dengan keberangkatan pertama rombongan delegasi Malaysia, Kemenhub, Pemprov Riau dan Dumai dari Pelabuhan Dumai menuju Pelabuhan Tanjung Beruas Malaysia, menggunakan KMP Belanak GT 1.100, 18 kru, 300 penumpang dan 18 unit kendaraan.

Pewarta: Febrianto Budi Anggoro
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2019