Indonesia butuh domestic certificated supplier untuk energi terbarukan

Indonesia butuh domestic certificated supplier untuk energi terbarukan

Head of Corporate Affairs and Sustainability Unilever Indonesia Nurdiana Darus (kanan), Regional Sustainability Manager dari kantor produksi H&M Indonesia, Anya Sapphira (kedua kanan) dapam diskusi tentang energi terbarukan di Jakarta, Selasa (29/10/2019). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Jakarta (ANTARA) - Unilever Indonesia menilai bahwa Indonesia membutuhkan "domestic certificate supplier" yang dapat diverifikasi secara internasional untuk mendukung penggunaan serta perkembangan energi terbarukan.

Head of Corporate Affairs and Sustainability Unilever Indonesia Nurdiana Darus di Jakarta, Selasa, mengatakan yang dibutuhkan perusahaan saat ini adalah kebijakan yang efektif dan mendukung penggunaan serta perkembangan energi terbarukan di Indonesia.

"Misalnya saja salah satu skema yang kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan energi terbarukan adalah melalui skema sertifikat energi terbarukan. Artinya, Indonesia saat ini membutuhkan domestic certificate supplier yang internationally verifiable dan kebijakan yang mendukung keberadaan supplier tersebut," ujar Nurdiana dalam acara Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) Indonesia tentang energi terbarukan.

Baca juga: Kementerian ESDM : Energi baru terbarukan tidak boleh ditawar

Ia menambahkan opsi lain yang dapat memudahkan pengadaan energi terbarukan di perusahaan adalah membeli energi terbarukan langsung dari pembangkit swasta dengan tarif atau pricing yang terjangkau untuk para pelaku bisnis.

"Namun, opsi ini secara umum belum tersedia," ucapnya.

Sementara itu, Regional Sustainability Manager dari kantor produksi H&M Indonesia, Anya Sapphira mengatakan dengan jumlah rantai pasok lebih dari 90 pabrik di Indonesia, H&M perlu mempertimbangkan kebijakan dan aturan dalam mengakses energi terbarukan.

"H&M memiliki komitmen kuat terhadap energi terbarukan. Dengan jumlah rantai pasok lebih dari 90 pabrik di Indonesia, H&M perlu mempertimbangkan kebijakan dan aturan yang ada, infrastruktur pendukung, juga opsi yang tersedia bagi industri dalam mengakses energi terbarukan agar dapat menerapkan energi terbarukan dengan efektif dan efisien," katanya.

Baca juga: CEIA Indonesia perkenalkan pedoman pengadaan energi terbarukan

Menurut Anya, dua dokumen awal Ikhtisar Kebijakan dan Peta Jalan Perusahaan yang diperkenalkan CEIA sebagai pedoman untuk pengadaan energi terbarukan dalam kegiatan operasional dan rantai pasoknya dapat menjadi panduan yang berguna bagi H&M.

"Kedua dokumen itu dapat menjadi panduan yang berguna bagi H&M dan rantai pasoknya dalam menyusun strategi jangka menengah dan panjang untuk penerapan energi terbarukan," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019