Sibat PMI Sukabumi dibekali kajian risiko bencana di masyarakat

Sibat PMI Sukabumi dibekali kajian risiko bencana di masyarakat

Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat Palang Merah Indonesia (Sibat PMI) Kota Sukabumi, Jawa Barat mendapatkan pelatihan kajian risiko bencana di masyarakat  untuk meminimalisasikan dampak dari bencana di Sukabumi, Sabtu (19/10/2019) ANTARA/Aditya Rohman

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat Palang Merah Indonesia (Sibat PMI) Kota Sukabumi, Jawa Barat, mendapatkan pelatihan kajian risiko bencana di masyarakat untuk meminimalisasikan dampak dari bencana.

"Ini merupakan rangkaian dalam kegiatan pelaksanaan program kesiapsiagaan gempa bumi melalui dukungan PMI Pusat dan Palang Merah Amerika (Amcross)," kata Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, dan SDM PMI Kota Sukabumi Zaini di Sukabumi, Minggu.

Baca juga: PMI manfaatkan radio salurkan aspirasi korban bencana Sulteng

Menurutnya, relawan Sibat ini akan melakukan kajian partisipatip di masyarakat terkait potensi bencana dan upaya pengurangan risiko bencana khususnya di wilayah program kesiapsiagaan gempa bumi di wilayah Kecamatan Baros.

Dalam pelaksanaannya anggota Sibat dibekali berbagai pengetahuan dan pembekalan tentang materi kepalangmerahan sebagai materi dasar untuk para relawan PMI.

Baca juga: Sibat PMI membangun ketangguhan berbasis ekosistem dan investasi

Selain itu, mereka juga dibekali materi dasar pengetahuan materi Participatory Rural Appraisal (PRA) atau metode pendekatan efektif dalam menggali dan mengkaji informasi berdasarkan pemikiran dan sudut pandang masyarakat sendiri sebagai langkah awal dalam upaya mitigasi pengurangan risiko bencana di wilayah rawan.

Dalam pendekatan metode PRA ini, akan menitik beratkan pada partipasi masyarakat dalam mengikuti proses kajian dan diskusi, serta peran aktif mereka secara partisipatif.

Baca juga: PMI terapkan respon berbasis forecast hadapi bencana hidrometeorologi

"Relawan Sibat akan diajarkan secara partisipatif mengenal kondisi lingkungannya masing masing terutama dalam menilai potensi risiko, ancaman, kerentanan dan kapasitas di wilayahnya masing-masing," tambahnya.

Harapannya, hasil dari kajian risiko bencana ini akan dijadikan data awal untuk merencanakan program selanjutnya dalam upaya pengurangan risiko bencana seperti pelaksanaan pemetaan risiko. Dalam pelaksanaan orientasi dan pembekalan PRA ini digelar selama dua hari dari 19-20 Oktober yang diikuti sejumlah relawan Sibat di lokasi intervensi program.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2019