Bantuan Kemensos untuk Nduga capai Rp4,9 miliar

Bantuan Kemensos untuk Nduga capai Rp4,9 miliar

Pendistribusian bantuan untuk korban konflik Nduga di distrik Meborok Kabupaten Nduga, Papua (ANTARA/Ho-kemensos)

Jakarta (ANTARA) - Bantuan dari Kementerian Sosial yang sudah didistribusikan untuk korban konflik di Nduga, Provinsi Papua mencapai Rp4,9 miliar.

"Bantuan yang sudah didistribusikan yaitu tahap satu hingga tahap keempat," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat di Jakarta, Kamis.

Harry merincikan bantuan tahap satu senilai lebih dari Rp2,5 miliar berupa beras dan logistik lainnya yang sudah didistribusikan pada Januari 2019.

Tahap kedua berupa bantuan kebutuhan dasar senilai Rp740 juta lebih, tahap ketiga lebih dari Rp419 juta dan bantuan tahap ke empat senilai Rp1,26 miliar.

Baca juga: Korban konflik Nduga terima bantuan pemerintah

Bantuan tahap ke empat berupa sembako pembeliannya disaksikan langsung Pemkab Nduga, kepala distrik dan dinsos setempat.

Pada penyaluran bantuan tahap satu, baik makanan, obat-obatan maupun tim medis ke lokasi konflik baik melalui jalur darat maupun udara mengalami kesulitan karena situasi keamanan belum kondusif.

Para korban tersebar di sejumlah titik pengungsian dengan jarak tempuh berjauhan sehingga menyulitkan pendistribusian bantuan.

Sebelumnya pada Juli lalu, Sekretaris daerah Kabupaten Nduga Namia Gwijangge memperkirakan ada sekitar 39 ribu warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata antara aparat TNI Polri dengan kelompok kriminal bersenjata pimpinan Egainus Kogoya di Distrik Yal Kabupaten Nduga pada 26 Februari 2019.

Data pemkab dan Kemenkes yang sudah divalidasi, sebanyak 53 orang meninggal diantaranya 23 anak-anak tapi karena sakit, usia dan berbagai faktor lainnya. Dari 53 orang yang meninggal tercatat anak-anak sebanyak 23 orang, 20 orang dewasa dan sisanya lansia.

Baca juga: Kemensos minta pengungsi Nduga didata permudah penyaluran bantuan
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019