Palapa Ring buka isolasi daerah pedalaman Papua Barat

Palapa Ring buka isolasi daerah pedalaman Papua Barat

Ilustrasi - Masyarakat Suku Arfak di Papua Barat menyambut kedatangan kepala pada musyawarah adat dengan tarian adat Tumbuk Tanah. (Antara/Toyiban)

Manokwari (ANTARA) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Papua Barat, Origenes Wonggor berharap Proyek Palapa Ring yang sudah tuntas dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin akan membuka keterisolasian informasi di wilayah pedalaman dan kepulauan di daerah tersebut.

"Salah satu ketertinggalan kita di Papua Barat selama ini salah satunya adalah akses internet. Melalui proyek Palapa Ring ini mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan itu," ujar Wonggor di Manokwari, Senin.

Ia mengatakan sejumlah daerah di Papua Barat memiliki potensi pariwisata cukup menjanjikan. Melalui jaringan serat optik yang sudah di hampar di seluruh daerah diharapkan potensi pariwisata Papua Barat bisa melesat dan dikenal secara luas.

"Selama ini belum banyak dikenal karena kurang promosi. Setelah ada jaringan internet mudah-mudahan bisa terjadi promosi secara masif, bahkan oleh masyarakat sendiri," ujarnya lagi.

Menurut dia, sebagian besar daerah otonom baru (DOB) tertinggal dalam hal infrastruktur, termasuk pada bidang telekomunikasi. Daerah-daerah tersebut sejatinya memiliki banyak potensi pariwisata.

Baca juga: Ketika kepala daerah "curhat" ke Jokowi saat peresmian Palapa Ring

"Seperti Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan, Teluk Wondama, Maybrat Tambrauw. Kalau jaringan internet dapat diakses secara bebas masyarakat tanpa di suruh pun akan melakukan promosi melalui akun media sosialnya masing-masing," sebut dia.

Ia berharap, setelah jaringan serat optik diresmikan segera ditindaklanjuti dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi hingga ke kampung-kampung. Sehingga akses internet tak hanya dinikmati di daerah ibu kota kabupaten.

Hal ini dinilai sangat penting agar terjadi pemerataan dalam pembangunan. Ia yakin, pemerataan jaringan tol langit ini mampu mendorong pemerataan pembangunan hingga di kampung-kampung pedalaman.

Baca juga: Pengoperasian ring palapa tingkatkan kualitas layanan e-goverment

"Terima kasih karena pemerintah pusat sudah melaksanakan proyek ini. Tinggal selangkah lagi agar internet juga bisa diakses hingga di kampung-kampung, BTS harus segera dibangun sehingga daerah-daerah sulit yang selama jauh dari informasi bisa mengakses internet seperti daerah lain," kata Mantan Anggota DPRD Pegunungan Arfak tersebut.

Proyek bernilai investasi sekitar Rp5,13 triliun ini, seperti dimuat di laman KPPIP, berupa pembangunan kabel serat optik di seluruh Indonesia, menjangkau 440 kabupaten/kota. Total panjang kabel dalam proyek Palapa Ring sekitar 13.000 kilometer di darat dan laut.

Rencana besar Palapa Ring berupa infrastruktur mengitari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua, juga delapan jaringan penghubung dan satu cincin besar yang mengitari Indonesia di darat dan laut.

Kominfo dan BAKTI membagi sebaran infrastruktur Palapa Ring dalam tiga bagian berdasarkan letak geografis. Paket Barat, yang telah selesai pada Maret 2018, menjangkau wilayah Riau, Kepulauan Riau hingga Pulau Natuna dengan jaringan laut sepanjang 1.730 kilometer dan darat 545 kilometer.

Paket Tengah untuk Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara, mencakup 1.706 kilometer jaringan laut dan 1.289 jaringan darat. Paket Timur dirancang untuk NTT, Maluku, Papua Barat dan pedalaman Papua, proyek ini akan membentangkan kabel serat optik sepanjang 4.426 kilometer di laut dan 2.542 kilometer di darat.

Baca juga: Ketua DPD: Palapa Ring jalan menuju percepatan pemerataan ekonomi
Pewarta : Toyiban
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019