Sejumlah desa di Magelang mengalami hujan abu

Sejumlah desa di Magelang mengalami hujan abu

Kondisi puncak Gunung Merapi saat mengeluarkan asap tebal ke arah atas terlihat dari Desa Jrakah Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Senin petang. (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Magelang (ANTARA) - Sejumlah desa di kecamatan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terjadi hujan abu tipis usai terjadi letusan awan panas Gunung Merapi, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Edy Susanto.

Edy di Magelang, Senin, menyebutkan sejumlah kecamatan yang terjadi hujan abu, yakni Kecamatan Srumbung, Dukun, Salam, Sawangan, Muntilan, dan Mungkid.

Ia mengatakan berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) telah terjadi letusan awan panas Gunung Merapi pada pukul 16.31 WIB.

Baca juga: Warga Boyolali sempat panik dengar dentuman Merapi

Awan panas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm. Terpantau kolom setinggi kurang lebih 3.000 meter dari puncak. Angin bertiup ke arah barat daya.

Ia menuturkan rekomendasi jarak bahaya 3 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik.

Ia menyebutkan sebaran abu vulkanik di Kecamatan Srumbung, antara lain di Desa Ngargosoko, Mranggen, dan Srumbung. Kemudian di Kecamatan Dukun di Desa Sumber, Ngargomulyo, Kalibening, Ngadipuro, dan Mangunsoko, Kecamatan Salam di Desa Sucen dan Jumoyo, Kecamatan Muntilan di Desa Tamanagung dan Muntilan, Kecamatan Mungkid di Desa Bojog dan Pabelan.

Edy mengatakan atas kejadian letusan awan panas tersebut BPBD Kabupaten Magelang membagikan masker kepada masyarakat yang terjadi hujan abu.

"Ada dua tim BPBD Kabupaten Magelang yang membagikan masker, masing-masing tim menggunakan mobil," katanya.

Selain membagikan masker, katanya, tim, BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menjalankan aktivitas seperti biasa. 

Baca juga: Hujan abu Merapi meluas di Magelang
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019