PMI kirim logistik ke lokasi terisolasi untuk korban gempa Ambon

PMI kirim logistik ke lokasi terisolasi untuk korban gempa Ambon

PMI Provinsi Maluku menyerahkan bantuan logistik untuk korban bencana gempa bumi di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Maluku. (ANTARA/HO/PMI Provinsi Maluku)

Ambon, Maluku (ANTARA) - Pascabencana gempa bumi yang terjadi di wilayah Ambon, Maluku, Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan sejumlah bantuan kedaruratan logistik ke beberapa lokasi pengungsian yang terisolasi yang sampai saat ini belum tersentuh bantuan.

"Paket bantuan yang kami distribusikan untuk korban bencana di Ambon berupa family kit, paket beras, selimut, tikar, terpal, air mineral dan mi instan," kata Kepala Markas PMI Provinsi Maluku, Herry latuheru melalui sambungan telepon, Selasa.

Menurutnya, salah satu lokasi bencana yang menjadi titik pengiriman bantuan seperti di Jalan Tani, Desa Waai dan Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah. Di lokasi tersebut sedikitnya ada 185 kepala keluarga atau 679 jiwa yang mengungsi dengan jumlah warga di dua desa itu sebanyak 3.297 KK atau 17.471 jiwa.

Baca juga: Warga Leihitu kesulitan bahan pangan pascagempa bumi Ambon

Pihaknya mengirimkan bantuan logistik kedaruratan tersebut sebagai bantuan tahap awal dan menjadi salah satu langkah prioritas penanganan PMI untuk membantu warga pengungsi di lokasi bencana gempa Ambon. Saat ini PMI prioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi melalui dukungan logistik.

Selain itu pihaknya juga terus melakukan koordinasi dalam upaya-upaya mendukung wilayah terdampak dengan berkoordinasi pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Baca juga: Masa tanggap darurat gempa Ambon 14 hari

"Selain dukungan logistik, kami juga menginisiasi pembuatan shelter darurat dengan membagikan terpal untuk tempat tinggal sementara," tambahnya.

Sementara itu, pelayanan lainnya yang menjadi rencana operasi PMI adalah memberikan pelayanan psikososial, mobile clinic, promosi kesehatan, serta layanan WASH seperti pembuatan MCK di pengungsian.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019