Gubernur apresiasi aspirasi mahasiswa sekaligus ajak duduk bersama

Gubernur apresiasi aspirasi mahasiswa sekaligus ajak duduk bersama

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah.ANTARA/Abd Kadir

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengapresiasi aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan masyarakat sekaligus mengajak untuk berdialog untuk kebaikan bersama.

"Saya juga imbauan kepada kita semua, kita jaga Sulsel, kita jaga bersama kalau bisa kita sudah akhiri semua unjuk rasa, kita ubah menjadi dialogis,” kata Nurdin Abdullah usai menjenguk Dicky Wahyudi mahasiswa korban unjuk rasa beberapa waktu lalu di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, Minggu.

Baca juga: Gubernur-Kapolda jenguk mahasiswa korban demo Makassar

Jika ada keputusan yang belum bisa diterima, dia mengajak duduk bersama-sama untuk dibicarakan dengan kepala dingin.

Ia menyampaikan kekhawatirannya,  aksi yang awalnya murni aspirasi yang ingin disampaikan dengan berdemo dengan cara damai, namun kemudian berubah menjadi aksi yang tidak terkontrol.

Baca juga: Kapolda Sulsel jadikan Dicky Wahyudi anak angkat

"Kita tidak bisa antisipasi orang-orang yang punya niat-niat kurang baik," sebutnya.

Untuk itu dengan tangan terbuka, Nurdin menyampaikan dirinya bersama Kapolda Sulsel siap menerima aspirasi mereka. "Datanglah kepada kami, ke Pak Kapolda, dan ke Gubernur, kita selesaikan bersama dengan cara-cara yang lebih santun," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Sulsel kumpulkan pimpinan kampus redam demonstrasi

Terkait jika masih ada aksi selanjutnya, Nurdin menyebutkan baik Pemprov, Polda Sulsel, Forkopimda Sulsel telah membuat sebuah konsep. Dimana BEM, rektor dan tokoh-tokoh masyarakat, dapat duduk bersama-sama menyelesaikan persoalan.

"Apa lagi Bapak Presiden sudah membuat pernyataan, bahwa kita akan tinjau kembali RUU KUHP itu sudah ditunda, Undang-Undang KPK juga lagi dikaji, supaya semua transparan jangan kita menduga-duga saja," paparnya.

Baca juga: Demo mahasiswa, masyarakat Sulsel diimbau tetap tenang

Dia mengatakan, penyampaian aspirasi yang berakhir dengan perusakan atau aktivitas warga terganggu, hal tersebut akan mengganggu perekonomian, banyak usaha-usaha masyarakat yang akan ikut terganggu demikian juga dengan citra Sulsel ini yang harus selalu dijaga.

"Sulsel ini milik kita semua. Oleh karena itu, kita semua berharap bahwa apapun yang namanya perbedaan atau sesuatu yang harus kita perjuangkan kita duduk bersama, saya dan Pak Kapolda mendukung pemberantasan korupsi. Kedua penegakan hukum secara berkeadilan kita semua support," sebutnya.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019