Berita hukum kemarin, tersangka karhutla hingga kericuhan di Wamena

Berita hukum kemarin, tersangka karhutla hingga kericuhan di Wamena

Suasana Kantor Bupati Jayawijaya di Wamena, Senin (23/9/2019), saat aksi demonstrasi berujung kericuhan dan menimbulkan kerusakan fasilitas publik. ANTARA/HO/Kodam XVII/Cenderawasih/pri (HO/Kodam XVII/Cenderawasih)

Jakarta (ANTARA) - Terdapat beberapa berita hukum kemarin (Senin, 23/9) yang menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca, mulai bertambahnya perusahaan tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga kericuhan di Wamena, Papua.

Berikut sejumlah berita hukum kemarin yang masih menarik untuk dibaca hari ini:

1. Sudah 9 perusahaan jadi tersangka karhutla

Korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Indonesia hingga Senin bertambah menjadi sembilan.

"Korporasi saat ini yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, Bareskrim menetapkan 1 tersangka, Riau 1 tersangka, Sumsel 1 tersangka, Jambi 1 tersangka, Kalsel 2 tersangka, Kalteng 1 tersangka, Kalbar 2 tersangka. Total 9 tersangka," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri adalah PT AP, Polda Riau menetapkan PT SSS, Polda Sumsel menetapkan PT HBL, Polda Jambi menetapkan PT MAS, Polda Kalsel menetapkan PT MIB dan PT PIT, Polda Kalteng menetapkan PT PGK serta Polda Kalbar menetapkan PT SAP dan SISU.

Selengkapnya di sini

2. Dua saksi dikonfirmasi terkait aliran dana kepada Imam Nahrawi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi pengetahuan dua saksi terkait dugaan aliran dana kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (IMR).

KPK pada Senin memeriksa dua saksi, yakni mantan Sesmenpora periode 2014-2016 Alfitra Salamm dan Kabid Olahraga Internasional Kemenpora Ferry Hadju untuk tersangka Miftahul Ulum (MIU) yang merupakan asisten pribadi mantan Menpora Imam Nahrawi (IMR).

Selengkapnya di sini

3. Densus 88 tangkap terduga teroris di Jakarta dan Bekasi

Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap sejumlah terduga teroris pada lokasi berbeda di Jakarta dan Bekasi, Senin.

"Saat ini sudah dilakukan preventive strike di beberapa lokasi guna mencegah serangan aksi teror," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta.

Dedi Prasetyo mengatakan terduga teroris yang ditangkap merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi dan daerah lainnya.

Selengkapnya di sini

4. Tujuh aparat keamanan terluka, satu anggota TNI meninggal di Waena

Tercatat tujuh aparat keamanan dilaporkan terluka di Waena, Provinsi Papua, satu di antaranya meninggal, yaitu Praka Zulkifli yang merupakan anggota Yonif 751 Raider.

Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr Agustinus kepada ANTARA di Jayapura, Senin mengatakan, saat ini masih enam anggota Brimob yang harus dirawat akibat luka yang dideritanya.

"Saat ini enam anggota Brimob masih dirawat di RS Bhayangkara," kata Agustinus seraya mengaku belum secara keseluruhan kondisinya stabil namun butuh observasi ketat.

Selengkapnya di sini

5. Korban meninggal demo anarkis dan kebakaran di Wamena 17 orang

Warga sipil yang meninggal akibat aksi demo anarkis yang diduga berawal dari isu rasisme tercatat 17 orang, kata Komandan Kodim (Dandim) 1702/Wamena Letkol Inf Chandra Diyanto.

Menjawab pertanyaan di Jayapura, Senin malam, Dandim mengakui, warga sipil yang meninggal itu akibat luka benda tajam dan warga yang menjadi korban kebakaran.

Selain 17 orang meninggal, tercatat 65 warga yang mengalami luka-luka dan saat ini dirawat di RSUD Wamena.

Selengkapnya di sini
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor: Eddy K Sinoel
COPYRIGHT © ANTARA 2019