Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek diusulkan Rp1.250 per km

Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek diusulkan Rp1.250 per km

Direktur Utama Jasa Marga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono. (ANTARA/ Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Jasa Marga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono menyampaikan bahwa tarif tol layang Jakarta-Cikampek II diusulkan Rp1.250 per kilometer (km) berdasarkan dokumen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT).

“PPJT-nya itu Rp1.250 per kilometer. Ini kami lagi pembahasan alot, karena masing-masing harus tercapai tujuannya, baik Jasa Marga dan pemerintah yang mewakili masyarakat,” kata Djoko saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Jakarta, Minggu.

Baca juga: Menhub minta Tol Layang Jakarta-Cikampek pangkas waktu ke Bandung

Baca juga: Tol layang Jakarta-Cikampek siap uji laik operasi Oktober 2019

Menurut Djoko, tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek II rencananya akan terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek yang telah beroperasi.

Dengan demikian, tambah Djoko, tarif yang dikenakan untuk kedua jalan bebas hambatan tersebut akan sama.

“Tarifnya terintegrasi, artinya tol atas dan bawah akan jadi satu. Namun, itu sebetulnya kebijakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), boleh atau tidak,” ujar Djoko.

Baca juga: Tol layang jakarta-Cikampek diharapkan segera rampung

Djoko menambahkan pemberlakuan tarif untuk tol layang sepanjang 36,4 km tersebut akan bersifat terbuka, di mana pelanggan dapat langsung membayar menggunakan pembayaran non tunai saat masuk dari Gerbang Tol Cikunir dan berakhir di Karawang Barat atau Karawang Timur.

“Jadi ini tidak ada pintu keluar lain, hanya di Karawang Barat atau Karawang Timur. Nah, pengendara nanti tinggal memilih mau menggunakan tol yang di bawah atau tol layang,” ungkap Djoko.

Baca juga: Tol layang Jakarta-Cikampek dioperasikan mulai Natal 2019

 

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019