Wali Kota sebut nenek gendong jasad bayi atas inisiatif sendiri

Wali Kota sebut nenek gendong jasad bayi atas inisiatif sendiri

Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Sigit Wijatmoko memberikan keterangan pers di SD Negeri Cilincing 07 Pagi, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019) (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Menanggapi viralnya video nenek yang menggendong jasad bayi di wilayah Cilincing, Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Sigit Wijatmoko mengatakan langkah tersebut dilakukan oleh sang nenek atas inisiatifnya sendiri.

"Sang nenek memutuskan memakamkan bayi dan proses pemulasaran dilakukan sendiri oleh keluarga, jadi proses ini atas inisiatif keluarga," kata Sigit kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Motornya mogok, seorang nenek jalan kaki sambil gendong jenazah cucu

Sigit mengatakan pihak Puskesmas Cilincing yang menangani bayi tersebut sudah melakukan tata laksana sesuai standar operasional prosedur (sop) dengan menanyakan kepada pihak keluarga bagaimana langkah selanjutnya.

Adapun kejadian berawal dari seorang ibu muda berinisial SA (16) mendatangi Puskesmas Kecamatan Cilincing guna memeriksakan kandungannya untuk yang pertama kalinya.

SA datang bersama ibunya Dian Islamiyati (36) sang nenek. Proses pemeriksaan dinyatakan sang ibu memiliki indikasi anemia, saat akan dilakukan perawatan terjadi proses persalinan atau keguguran.

Lalu bayi diobservasi selama dua jam dinyatakan meninggal dunia sudah saat kelahiran terjadi.

"Pihak puskesmas telah melaksanakan tata laksana kepada bayinya yang waktu itu ibunya didampingi oleh neneknya," kata Sigit.

Sigit mengatakan orang tua dari ibu bayi buru-buru ingin segera membawa pulang cucunya yang sudah meninggal sementara sang ibu SA masih menjalani perawatan di Puskesmas Kecamatan Cilincing.

Sementara pihak Puskesmas juga sudah menyiapkan ambulans hanya saja sang nenek ingin sesegera mungkin membawa pulang untuk dimakamkan.

"Kejadian ini jadi bahan evaluasi kami semua, terutama mengoptimalkan potensi yang ada, seperti ada penempatan kereta jenazah di puskesmas, atau dalam kondisi khusus diminta lebih fleksibel lah," kata Sigit

Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing, Edison Sahputra mengatakan ibu sang bayi sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan di Puskesmas Rorotan lalu dirujuk ke Cilincing karena perlu pemeriksaan laboratorium.

Ketiga menjalani pemeriksaan laboratorium sang ibu permisi ke toilet, di sana terjadi persalinan bayi berusia 24 Minggu tersebut lahir dengan sendirinya.

"Kami akui kami kecolongan kenapa bayi dibawa pulang begitu saja oleh neneknya. Petugas kami sudah menyiapkan ambulans tapi memang harus menunggu dulu, hanya saja sang nenek sudah keburu pulang," kata Edison.

Edison mengatakan sebagai puskesmas terbaik di Jakarta Utara untuk pemeriksaan IVA test, Puskesmas Cilincing menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai nomor satu.

"Mungkin ke depan, apa kami perlu menahan dulu pasien yang meninggal sampai ambulans datang supaya tidak terulang lagi, kami akan evaluasi lagi," kata Edison.

Sebelumnya diberitakan Dian Islamiyati (36) terpaksa berjalan kaki sambil menggendong jenazah cucunya karena motor yang ditumpangi mogok akibat kehabisan bensin.

Cucu Dian meninggal dalam persalinan prematur di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (17/9) sore.

"Sebelumnya Dian dibonceng keponakan yang bernama Riyan menggunakan sepeda motor, ternyata dalam perjalanannya sesampai di Pertigaan Pasar Bebek Jalan Akses Marunda, motor yang mereka tumpangi mogok," kata Kasubag Humas Polrestro Jakarta Utara, Kompol Sungkono di Jakarta, Rabu siang
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 2019