Polda Lampung tetapkan tersangka sopir bus Rosalia Indah

Polda Lampung tetapkan tersangka sopir bus Rosalia Indah

Kecelakaan maut di Waykanan Lampung (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Kepolisian Daerah Lampung menetapkan pengemudi bus Rosalia Indah sebagai tersangka atas kecelakaan maut antara bus dan truk tangki di Jalan Lintas Tengah Sumatera Km 229, Kampung Way Tuba, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

"Pengemudi atas nama Amin Syaifudin telah ditetapkan sebagai tersangka melanggar Pasal 310 ayat (2), (3) dan (4) UU RI No. 22 Tahun 2009," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Rabu.

Dia menjelaskan, tersangka bersama pengemudi bus cadangan atas nama Samadi sebelumnya telah melewati pemeriksaan sebagai saksi oleh pihak kepolisian. Selain keduanya, polisi juga telah melakukan pemeriksaan kepada mekanik truk tangki atas nama Ari.

Baca juga: Delapan jenazah korban kecelakaan di RSUD Martapura dijemput keluarga

"Dari pemeriksaan itu baru ada penetapan tersangka dan kami sudah juga sita surat-suratnya," kata Pandra.

Dia menambahkan tersangka telah ditahan di Polres Way Kanan setelah ada surat perintah penahanan dengan nomor: SP.HAN/01/Laka/IX/2019/LL.

"Kondisi kesehatan tersangka baik, masih ada luka di kepala akibat benturan," ujarnya.

Baca juga: Kecelakaan bus dan truk tangki di Way Kanan, 8 orang tewas

Peristiwa kecelakaan terjadi saat bus melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Bandarlampung menuju Palembang, Sumatera Selatan. Sesampainya di Jalan Lintas Tengah Sumatera Km 229, bus mengambil jalur kanan jalan aspal menikung tajam ke kiri dan menanjak tanpa marka.

Baca juga: Polisi ungkap jumlah korban dalam kecelakaan maut di Way Kanan

Saat bus terguling, datang dari arah berlawanan kendaraan truk tangki. Dikarenakan jarak yang terlalu dekat, kemudian truk tidak dapat menghindar sehingga menabrak bus tersebut. Delapan korban tewas, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut.
Pewarta : Agus Wira Sukarta dan Damiri
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019