Kapolda Kalsel perintahkan lidik karhutla di Banjarbaru

Kapolda Kalsel perintahkan lidik karhutla di Banjarbaru

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani di lokasi lahan terbakar di Guntung Damar Banjarbaru untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. (ANTARA FOTO/Firman)

Banjarbaru (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Yazid Fanani memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan (lidik) peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tegal Arum, Banjarbaru.

"Lahan yang terbakar cukup luas perkiraan sekitar 3 hektare. Saya perintahkan anggota segera melakukan penyelidikan penyebab karhutla," ucap Kapolda, di Banjarbaru, Senin.

Terbakarnya lahan yang dekat dengan kawasan Bandara Syamsudin Noor itu memang sangat mengkhawatirkan. Mengingat kabut asap yang ditimbulkan mengganggu aktivitas penerbangan.

Apalagi lahan yang terbakar sudah mendekati rumah penduduk dan bangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 15 Banjarbaru.

Bahkan, api yang mulai berkobar sejak Jumat (13/9) siang, hingga kini masih ada beberapa titik yang mengeluarkan asap dan sesekali menyala lagi.
Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan oleh petugas di lahan terbakar di Jalan Tegal Arum atau Guntung Damar Banjarbaru. (ANTARA FOTO/Firman)


Diketahui api tak sepenuhnya padam lantaran tanah rawa gambut yang memang sulit dipadamkan. Jika sudah terbakar beberapa hari, maka titik panas dapat menjalar ke dalam tanah dan menyebar.

Untuk itu, Kapolda memberikan perhatian khusus agar anggotanya bersama satgas karhutla gabungan terus melakukan pembasahan. Bahkan, jenderal bintang dua itu sempat mengecek langsung kondisi di lapangan pada Minggu (15/9) malam.

Kapolda ikut berjibaku masuk ke lokasi lahan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi yang juga kerap disebut kawasan Guntung Damar itu.

Yazid mengharapkan peran serta masyarakat sekitar menjaga alam. Dia mengingatkan pembakaran lahan dengan tujuan apa pun tidak dibenarkan dan bagi pelakunya akan dijerat pidana.
Pewarta : Firman
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019