22 kasus baru HIV/AIDS ditemukan di Tanah Datar- Sumbar, sebut Dinkes

22 kasus baru HIV/AIDS ditemukan di Tanah Datar- Sumbar, sebut Dinkes

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar, Sumatera Barat, Roza Mardiah. (FOTO ANTARA/Etri Saputra)

Batusangkar, (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menemukan 22 kasus penderita HIV/AIDS hingga Agustus 2019  atau meningkat dibandingkan 2018 yang hanya 18 kasus.

"Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah mengingat masih ada waktu tersisa hingga Desember," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Datar, Roza Mardiah di Batusangkar, Kamis.

Ia mengatakan dari 22 kasus penderita HIV/AIDS ini didominasi oleh laki-laki usia produktif 20 tahun ke atas, dan hanya sebagian kecil saja yang sudah berkeluarga.

Bagi penderita yang sudah berkeluarga dilakukan pemeriksaan terhadap isteri, dan anaknya apakah positif atau negatif. Jika positif tentu harus mengikuti penanganan sebagaimana penderita HIV positif pada umumnya.

"Jika negatif maka akan dilakukan semacam penangkal untuk mencegah agar tidak tertular serta menerapkan pola hidup sehat," katanya.

Ia mengatakan dari beberapa kasus HIV yang ditemukan di Tanah Datar, rata-rata didapat dari luar daerah atau saat mereka pergi merantau dan juga bagi mereka yang pemakai narkoba, serta sek bebas.

Karena, menurutnya, yang rentan terkena penyakit tersebut adalah pemakai narkoba, seks bebas dan yang paling marak adalah penyuka sesama jenis.

"Dari yang kita jaring usianya masih muda, sudah bekerja tapi masih lajang. Kebanyakan mereka datang dari luar daerah, dia merantau dan pulang ke Tanah Datar," katanya.

Untuk meminimalkan penyebaran kasus ini pihaknya sudah menyosialisasikan kepada masyarakat dan pelajar tentang bahaya penyakit ini, serta jangan ada diskriminasi terhadap mereka yang terkena.

Selain itu pihaknya juga melakukan pemeriksaan di lembaga pemasyarakatan atau Rutan Batusangkar, karena tempat tersebut salah satu sarang bagi pemakai narkoba.

"Kita juga melakukan pemeriksaan di lapas atau rutan karena salah satu tempat berkumpul para pemakai, minimal satu kali dalam setahun," demikian Roza Mardiah.

Baca juga: Perilaku LGBT pemicu HIV/AIDS tertinggi di Sumbar

Baca juga: PMI Sumbar temukan kantong darah terkontaminasi virus HIV

Baca juga: PKVHI Sumbar: pendidikan seks dini cegah HIV/AIDS
Pewarta : Syahrul Rahmat
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019