Pemkot Batam undang UAS rayakan Kemilau Muharam

Pemkot Batam undang UAS rayakan Kemilau Muharam

Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama istri berfoto dengan latar belakang Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah Kota Batam. Masjid terbesar di Pulau Sumatera itu direncanakan sebagai destinasi wisata religi di Batam. (Humas Pemkot Batam)

Batam (ANTARA) - Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau mengundang dai kenamaan Ustadz Abdul Somad (UAS) dan penceramah Negeri Jiran, Datok Kazim Elias dalam Tabligh Akbar Kemilau Muharam 1441 Hijriah, di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Jumat (20/9)

Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Batam, Jumat, memastikan, kedua dai itu tetap akan hadir di Batam, meski peresmian masjid terbesar di Pulau Sumatera itu harus diundur karena pembangunannya belum sempurna.

"Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah siap menyambut jamaah dan juga wisatawan. Hari itu sekaligus pelaksanaan Shalat Jumat perdana di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah," kata Wali Kota.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memang digadang-gadang jadi destinasi wisata religi di Batam. Selain sebagai masjid terbesar, arsitekturnya pun dirancang indah.

Baca juga: Ratusan muslim Riau turun ke jalan bela UAS

Wali Kota mengatakan pemerintah menyiapkan sekitar 50.000 nasi kotak untuk menjamu jamaah dan wisatawan yang datang pada Tablig Akbar itu.

"Saya mengundang semua seluruh warga Batam, tidak dibatasi," kata dia.

Ia mengatakan, peresmian Masjid yang semula dijadwalkan pada 20 September 2019 terpaksa ditunda.

"Minggu lalu juga sudah cek kesiapan, dan diputuskan khusus peresmian diundur sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata dia.

Meski begitu, masjid megah itu tetap akan dibuka untuk umum pada Jumat-Minggu (10-22/9), mengingat peresmian masjid sudah digaungkan hingga ke Malaysia, dan banyak pelancong negeri jiran yang menyatakan hendak berkunjung.

"Takutnya ada yang datang mau lihat. Kalau ditutup kasihan. Jadi tetap kita buka," kata dia.

Baca juga: Presiden PPMI: Kasus UAS salah alamat
Baca juga: Lembaga Adat Melayu Riau dampingi Ustaz Somad di kasus "salib"


 
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019