Semangat kesetiakawanan sosial harus digelorakan generasi milenial

Semangat kesetiakawanan sosial harus digelorakan generasi milenial

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (dua dari kanan) pada kegiatan Skyavenue yang digelar Labschool Kebayoran di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (31/8/2019) (FOTO ANTARA/HO.OHH Dayasos)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita meminta generasi milenial untuk terus menggelorakan semangat kesetiakawanan sosial sebagai upaya menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai tantangan dan ancaman.

"Kami harapkan generasi muda lainnya juga secara aktif ikut menggelorakan menjaga semangat kesetiakawanan sosial karena ini merupakan sebuah semangat dari dulu ketika pahlawan kita berjuang merebut kemerdekaan yang dikedepankan semangat kesetiakawanan sosial," katanya pada acara Skyavenue yang digelar SMA Labschool Kebayoran Jakarta di Istora Senayan, Sabtu.

Mensos menekankan yang terpenting adalah jiwa kesetiakawanan sosial masih tertanam di generasi milenial sebagai jawaban atas kekhawatiran hadirnya teknologi yang dapat mempengaruhi mereka.

Ia mengaku ada kekhawatiran hadirnya teknologi yang semakin canggih saat ini akan sangat mempengaruhi jiwa sosial, terutama generasi muda, karena mereka bisa saja menjadi antisosial karena semua kebutuhan mereka bisa didapat dengan mudah hanya lewat telepon genggang dan aplikasi daring (dalam jaringan)

"Kekhawatiran kami di Kemensos bahwa era digitalisasi ini membawa kecenderungan penerus kita ini cenderung asosial. Kalau dulu kita mau makan saja harus ke restoran di situ ada interaksi dengan saudara, teman dan yang lain, itu adalah nilai tambahnya," katanya.

Namun kekhawatiran tersebut, kata dia,  terjawab dengan kegiatan generasi muda, salah satunya lewat Skyavenue, di mana mereka punya cara sendiri untuk mengekspresikan semangat kesetiakawanan sosial.

"Sebetulnya generasi milenial punya cara yang unik dan tersendiri untuk mengekspresikan diri dalam rangka mengekspresikan sifat dan semangat kesetiakawanan sosial, seperti kegiatan Skyavenue ini. Ini yang kami sambut dengan baik," tambahnya.

Di sisi lain, kemajuan teknologi juga membawa dampak negatif misalnya penyebaran hoaks yang sangat cepat dan masif seperti gejolak yang terjadi di Papua dan Papua Barat diawali dengan munculnya hoaks di media sosial yang merambat sangat cepat sehingga mengakibatkan aksi massa, demikian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Baca juga: Mensos beri penghargaan kesetiakawanan sosial

Baca juga: Mendes ajak generasi milenial bangun dan promosikan desa

Baca juga: Aplikasi medsos yang pertama dibuka generasi milenial
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019