BRG siapkan pengembangan sumur bor di Musi Banyuasin

BRG siapkan pengembangan sumur bor di Musi Banyuasin

Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia, Nazir Foead terlihat ikut melakukan pendinginan di lahan gambut yang terbakar di Desa Sipin Teluk Duren, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Rabu (7/8). (Foto/Dodi Saputra)

Palembang (ANTARA) - Badan Restorasi Gambut (BRG) berupaya menyiapkan program pengembangan sumur bor di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau seperti yang terjadi dalam sebulan terakhir ini.

"Sumur bor yang dibangun di Musi Banyuasin diupayakan ditambah karena kabupaten ini memiliki lahan gambut rawan terbakar yang cukup luas," kata Koordinator Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Sumsel, Edy Junaidi di Palembang, Sabtu.

Dia menjelaskan, sepanjang 2019 ini telah dibangun 400 lebih sumur bor di areal lahan gambut di tiga kabupaten dalam wilayah Sumatera Selatan yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Program pembangunan sumur bor, selain di daerah tersebut akan dikembangkan ke kabupaten lain yang tergolong rawan karhutla pada setiap musim kemarau sebagai langkah memaksimalkan upaya pencegahan.

Dalam musim kemarau 2019 ini, sumur bor yang ada cukup membantu masyarakat dan petani di tiga daerah rawan kebakaran lahan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin melakukan pembasahan lahan gambut.

Dengan pembasahan diharapkan bisa memperbaiki kerusakan lahan gambut dan mencegah terjadinya kebakaran lahan yang dapat mengganggu berbagai aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Melalui kegiatan pembasahan tersebut, kebakaran lahan gambut dapat diminimalkan pada musim kemarau ini dan bisa dicegah bencana kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019