Sulteng berupaya penuhi kebutuhan nelayan pascatsunami

Sulteng berupaya penuhi kebutuhan nelayan pascatsunami

Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mohammad Hidayat Lamakarate menyerahkan bantuan dari FAO kepada 2.650 nelayan di Palu dan Donggala, secara simbolis kepada salah satu nelayan, berlangsung di Anjungan Gonenggati, Banawa, Rabu. (ANTARA/Muhammad Hajiji)

Donggala, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk nelayan pascagempa, tsunami dan likuefaksi menghantam Kota Palu, Donggala, Sigi dan Paragi Moutong.

"Kita harus cepat memberikan kebutuhan masyarakat, untuk nelayan berikan mereka alat tangkap dan sebagainya," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate, di Donggala, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan hidayat dalam kegiatan penyerahan alat tangkap ikan kepada 2.650 nelayan di Palu dan Donggala oleh Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB atau FAO, berlangsung di Anjungan Gonenggati, Banawa.

Hidayat menguraikan, beberapa pekan pascabencana Pemprov Sulteng dengan pihak FAO bertemu untuk menyatukan persepsi terkait upaya memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk nelayan.

Nelayan di Palu dan Donggala merupakan salah satu komponen yang terdampak saat peristiwa Jumat 28 September 2018 lalu.

Karena itu, kata dia, intervensi pemerintah dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Hal ini agar masyarakat, di dalamnya termasuk petani, nelayan bisa kembali bekerja.

"Beberapa pekan pascabencana kita menyatukan persepsi untuk membantu masyarakat lewat sembako. Kemudian, kita ubah dengan mengedepankan kebutuhan masyarakat terdampak, seperti nelayan berikan mereka alat tangkap ikan, jika petani berikan mereka kebutuhan di sektor pertanian," kata dia.

Terkait dengan upaya bangkitkan nelayan, Pemprov Sulteng akan mengembangkan PPI Donggala dari kapasitas 25 ton menjadi 100 ton.

"Ini yang kita upayakan agar nelayan kita bisa menyimpan hasil tangkap dengan baik," sebut dia.

Berkaitan dengan itu, pihaknya juga telah membangun komunikasi dengan pemerintah pusat di Jakarta untuk membangun kembali Pelabuhan Donggala, Wani dan Pantoloan.

"Kemudian akan diatur jalur kapal yang akan berlabuh di pelabuhan-pelabuhan tersebut," ujar Hidayat.

Ia berharap ada gerakan bersama dalam rangka mengupayakan pemenuhan kebutuhan masyarakat dilakukan secara terpadu.

"Kita harus terus membangun komunikasi dan koordinasi terkait upaya pemaksimalan untuk membantu masyarakat, termasuk para nelayan," sebut dia.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mohammad Hidayat Lamakarate bersalaman dengan salah satu Tim FAO untuk wilayah Sulteng, di sela-sela seremonial penyerahan bantuan dari FAO kepada 2.650 nelayan di Palu dan Donggala, secara simbolis, berlangsung di Anjungan Gonenggati, Banawa, Rabu. (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019