Dinas Penanggulangan Kebakaran Penajam perluas pengawasan karhutla

Dinas Penanggulangan Kebakaran Penajam perluas pengawasan karhutla

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Yogyana (ANTARA/Novi Abdi)

Penajam (ANTARA) - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memperluas jangkauan pengawasan potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di daerah itu.

"Kami mendapat tambahan 10 unit motor trail untuk melakukan pengawasan di lapangan," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Yogyana ketika ditemui, Selasa.

Dengan adanya tambahan 10 unit motor trail tersebut menurut dia, instansinya dapat memperluas pengawasan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Penajam Paser Utara hingga daerah pelosok.

Baca juga: Di Penajam Paser Utara terpantau empat titik panas

Baca juga: Kebakaran hanguskan empat hektare lahan di Penajam


Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara, juga mendapat bantuan berupa mesin portable dan selang air sepanjang 1.000 meter dari pemerintah pusat.

Pada tahun ini (2019), kata Yogyana, instansinya juga akan menambah dua unit armada untuk operasional penanganan kebakaran di wilayah Penajam Paser Utara.

"Tambahan armada itu berupa satu unit mobil Dalmas (pengendalian massa) untuk pengangkutan personel, serta satu unit mobil tanki," ujarnya.

Pengadaan dua unit armada operasional tersebut bersumber dari dana bagi hasil dana reboisasi 2018 senilai lebih kurang Rp4 miliar.

Sementara kondisi armada operasional untuk penanganan kebakaran yang ada sudah 80 persen, sudah cukup memprihatinkan karena usianya telah tua.

Dinas Penanggulangan Kebakaran Kabupaten Penajam Paser Utara perlu melakukan peremajaan mobil pemadam kebakaran, karena sejumlah kendaraan saat ini sudah tidak layak dan sering rusak.

"Dari 14 unit mobil pemadam kebakaran yang kami miliki, sebanyak 12 unit di antaranya sering rusak, bahkan sering mogok saat hendak dioperasionalkan," ucap Yogyana.*

Baca juga: Polda Kaltim andalkan teknologi dan personel Babinsa pantau titik api

 
Pewarta : Novi Abdi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019