360 ODHA baru ditemukan di Tulungagung selama 2019

360 ODHA baru ditemukan di Tulungagung selama 2019

Seorang pedagang asongan membaca selebaran berisi informasi dan tata cara pencegahan HIV/AIDS di Terminal Gayatri, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (1/12/2015). Dok/ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengonfirmasi ada 360-an orang dengan HIV/AIDS (ODHA) baru ditemukan selama kurun Januari hingga Agustus 2019.

"Dalam sebulan, rata-rata ada 30 kasus ditemukan," kata Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Tulungagung Didik Eka di Tulungagung, Senin.

Angka temuan sebenarnya terus berfluktuasi. Namun Didik mengisyaratkan, jika dirata-rata hampir setiap hari ditemukan minimal satu orang dipastikan mengidap HIV/AIDS (ODHA baru).

Mereka tidak hanya terdeteksi dari kegiatan VCT (voluntary, counseling and testing) yang diselenggarakan di RSUD dr Iskak maupun Puskesmas Campurdarat yang memiliki vasilitas VCT.

Namun tak sedikit pula yang diketahui setelah dilakukan serangkaian kegiatan medis lanjutan terhadap pasien yang mengidap penyakit dalam akut dan berlanjut.

Istilah medisnya, kata Didik, pasien kategori ini mengidap sejenis infeksi oportunistik diagnostik medik.

"Ada juga kasus-kasus yang ditemukan dari hasil 'screening' atau pemeriksaan dan konseling keliling ke lokasi-lokasi berisiko yang telah kami identifikasi sebelumnya," kata Didik.

Jumlah kasus HIV/AIDS di Tulungagung sendiri secara kumulatif mulai 2006 hingga Juni 2019 tercatat mencapai 2.449 kasus. Dari jumlah itu, sekitar 500-an atau seperlimanya meninggal dunia.

Didik menyebut kasus HIV paling banyak dialami oleh kalangan nonprofesional, disusul ibu rumah tangga, pekerja seks komersil hingga balita.

Dinkes sendiri saat ini fokus pada upaya menekan angka risiko penularan ke ibu rumah tangga yang biasanya disebabkan oleh perilaku suami atau pasangan yang suka "jajan" atau gonta-ganti pasangan dalam berhubungan seksual dengan orang lain yang bukan istrinya. (*)

 
Pewarta : Destyan H. Sujarwoko
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019