Lima raja luar negeri dijadwalkan hadiri Festival Keraton di Sulsel

Lima raja luar negeri dijadwalkan hadiri Festival Keraton di Sulsel

Dokumentasi - Sejumlah raja berfoto di hadapan Istano Basa Pagaruyuang Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (28/11). Kehadiran raja-raja se nusantara di daerah tersebut dalam rangka menghadiri Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-XII. (ANTARA SUMBAR/Syahrul Rahmat/18/)

Makassar (ANTARA) - Lima raja dari luar negeri rencananya akan hadir pada Festival Keraton yang digelar di Kedatuan Luwu Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Mereka adalah Raja Malaysia, Raja Singapura, Raja Brunei Darussalam, Raja Pakistan dan Raja Filipina.

Wakil Ketua Panitia Festival Keraton, Suaidi yang dikonfirmasi dari Makassar, Senin, mengemukakan Festival Keraton semakin menarik karena peserta atau raja yang rencananya hadir jauh lebih banyak dari sebelumnya. Lebih menarik lagi sebab turut dihadiri oleh raja luar negeri.

"Festival Keraton ini akan dihadiri oleh raja terbanyak seluruh nusantara bahkan oleh kerajaan luar negeri. Berbeda dari sebelumnya yang dilaksanakan di Sumatera Utara," tuturnya.

Festival Keraton yang bakal digelar pada 6 September akan dihadiri sedikitnya 200 raja bersama kerabat kerajaan seluruh nusantara, dewan adat serta pasukan raja yang jumlahnya berkisar 50-200 pasukan.

Baca juga: Keraton Cirebon gelar Festival Budaya Sunyaragi

Baca juga: Untuk Festival Keraton Masyarakat Adat ASEAN, Baubau siapkan fasilitas tamu


Jumlah tersebut, kata Suaidi merupakan keseluruhan raja di Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Sulawesi Selatan, ada sekitar 20 raja juga telah menyatakan siap hadir.

"Semua undangan khusus untuk para raja di Sulawesi Selatan dan dari berbagai kota di Indonesia sudah kita sebar. Ke lima raja dari luar negeri ini juga telah konfirmasi kehadirannya," ungkapnya.

Menurut Suaidi, jumlah tersebut bisa saja terus bertambah sebab sampai saat ini panitia tetap menunggu konfirmasi kehadiran peserta peristiwa akbar tersebut. Sementara beberapa raja juga masih mengkonfirmasi kehadirannya.

Gelaran yang bakal menjadi momen silaturahmi berbagai raja di Indonesia itu digelar sekali setahun. Sementara tahun ini menjadi ke 13 kalinya pelaksanaan Festival Keraton.

"Masing-masing pemda menyiapkan kepanitiaannya sendiri. Sampai saat ini, masih ada pihak pemerintah yang meminta undangan seperti provinsi Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat dan Papua," tuturnya.

Untuk layanan maksimal pada Festival Keraton, panitia melibatkan Kedatuan Luwu, tokoh masyarakat, serta empat pemerintah daerah (pemda) Luwu Raya yakni Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur dan Palopo.

Suaidi menyampaikan pemerintah Sulsel sangat memberi respon yang sangat baik dan mendukung terlaksananya kegiatan nasional tersebut. Hal itu ditunjukkan dari dana hibah yang disiapkan Pemprov Sulsel sebesar Rp1 miliar demi kelancaran pelaksanaan Festival Keraton

"Gubernur Sulsel dan bupati se Sulsel sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir," katanya.

Selain dana dari Pemprov Sulsel, kegiatan ini juga akan menggunakan dana pemerintah daerah masing-masing dari kabupaten di Luwu Raya sebanyak Rp1 miliar. Sehingga total dana yang akan dikucurkan pada peristiwa budaya tersebut sebanyak Rp5 miliar.

Meski begitu, dana ini masih dianggap kurang oleh panitia, sehingga turut melibatkan beberapa mitra seperti perusahaan untuk mendukung acara tersebut.

"Dana tersebut tidak dibebankan kepada kerajaan lainnya karena kita adalah penyelenggara kegiatan," katanya.*

Baca juga: Ketika raja-raja nusantara menjajak Bumi Minang

Baca juga: Presiden buka Festival Keraton Kelima di Sumenep
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019