Agincourt siapkan 5.234 bibit tanaman untuk reklamasi tambang Martabe

Agincourt siapkan 5.234 bibit tanaman untuk reklamasi tambang Martabe

Field Assistant Rehabilitation PT Agincourt Resources Fitri Rahmadani menjelaskan proses penyiapan bibit tanaman untuk kegiatan reklamasi Tambang Emas Martabe kepada wartawan di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumut, Kamis (22/8/2019). ANTARA/Faisal Yunianto/aa.

Tapanuli Selatan, Sumut (ANTARA) - PT Agincourt Resources selaku pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menyiapkan 5.234 bibit tanaman untuk program reklamasi atau pemulihan kembali lahan dan vegetasi yang terkena dampak kegiatan pertambangan.

"Ribuan bibit itu berasal dari 42 spesies tanaman yang 32 di antaranya merupakan spesies tanaman lokal dan 10 spesies lainnya merupakan tanaman yang mampu tumbuh cepat (fast growing) seperti sengon, waru, trembesi dan meranti merah," kata Field Assistant Rehabilitation Departemen Lingkungan Agincourt Resources Fitri Rahmadani kepada wartawan di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumut, Kamis.

Penyiapan bibit reklamasi tersebut dilakukan di fasilitas pembibitan tanaman seluas 3.000 meter persegi yang ada di kompleks tambang Martabe.

Menurut Fitri, tidak semua bibit hasil dari kegiatan pembibitan oleh perusahaan. Bibit pohon juga diperoleh melalui kerja sama dengan pembibitan masyarakat lokal Batangtoru, perusahaan pemasok, pemerintah dan mencari di hutan-hutan yang ada di wilayah Tapanuli Selatan.

"Beberapa bibit lokal yang ada di hutan sekitar Tapanuli Selatan adalah simarbaliding, hapinis, tambiski dan kayu kemenyan," katanya.

Untuk menyiapkan bibit, lanjut Fitri, dimulai dari penanaman biji, perawatan bibit pohon hingga siap untuk ditanam.

Sementara Superintendent Environmental  Agincourt Bayu Ariyanto mengatakan kegiatan penanaman kembali lahan bekas tambang merupakan bagian dari pengelolaan lingkungan berkelanjutan tambang emas Martabe.

Menurut dia, area yang direklamasi adalah area dengan kemiringan tertentu. Reklamasi dilakukan dengan cara stabilisasi lahan pada area terbuka dan lahan miring menggunakan zona pengakaran sehingga perlu dilapisi dengan top soil sebagai media untuk pengakaran.

Tahap selanjutnya adalah menutupnya dengan tanaman kacang-kacangan (cover crop) dan dibuatkan drainase untuk mencegah erosi dan perbaikan kualitas tanah sebagai salah satu kriteria keberhasilan reklamasi.

Kemudian baru ditanami dengan tanaman cepat tumbuh seperti sengon dan waru. Setelah 2-3 tahun baru disisipkan dengan tanaman lokal seperti seperti simarbaliding, hapinis dan tambiski," ujar Bayu.

Ia menegaskan kegiatan reklamasi lahan di tambang Martabe sudah dilakukan sejak 2012 sesuai rencana reklamasi lima tahun pertama tahun 2012-2017 seluas 11,9 hektare.

Hingga saat ini kegiatan reklamasi telah memasuki tahap jaminan reklamasi kedua untuk tahun 2017-2021 yang telah disetujui oleh Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM.

Jaminan reklamasi tersebut, lanjutnya, akan dicairkan secara bertahap sesuai dengan kemajuan dan keberhasilan reklamasi yang dilakukan oleh perusahaan tambang.

Baca juga: Perpanjang umur tambang, Agincourt operasikan 13 rig eksplorasi
Baca juga: Tambang Martabe targetkan produksi 400.000 oz emas
Baca juga: Agincourt Resources targetkan produksi emas 350.000 ounces pada 2019
Pewarta : Faisal Yunianto
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019