Tokoh Perbatasan dukung pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan

Tokoh Perbatasan dukung pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan

Foto udara kawasan Bukit Nyuling, Tumbang Talaken Manuhing, Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Daerah yang menjadi bakal calon ibu kota negara itu telah ditinjau oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2019, saat mengecek kelaikan lokasi terkait wacana pemindahan Ibu Kota Negara. ANTARA/Dokumen/Hafidz Mubarak A/wsj.

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Tokoh masyarakat perbatasan Indonesia - Malaysia, wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Agus Mulyana menyatakan mendukung rencana pemindahan ibu kota negara ke pulau Kalimantan.
 
"Kami sangat mendukung, karena pemindahan ibu kota negara itu sudah menjadi pemikiran para pemimpin dan tokoh bangsa," kata Agus Mulyana, ditemui Antara, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Sabtu.
 
Disampaikan Agus, masyarakat yang tinggal di pulau Kalimantan mesti bersyukur karena pulau Kalimantan di pilih sebagai tempat pusat ibu kota negara.
Baca juga: Gubernur Banten dukung pemindahan ibu kota negara
 
Menurut dia, dalam pemindahan ibu kota negara itu tentu persiapan hingga pembangunan sudah melalui pemikiran dan kajian.
 
" Dimana pun itu letak ibu kota negara di Pulau Kalimantan nantinya, kita serahkan sepenuhnya kepada pemerintah," kata Agus.
 
Agus Mulyana yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kapuas Hulu itu juga mengatakan tentu dalam pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan tidak ada kepentingan lain, selain untuk kepentingan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Baca juga: MKRB dukung rencana pemindahan ibu kota negara
 
Untuk itu kita harapkan agar masyarakat terus mendukung program pembangunan pemerintah, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
 
" Kita berharap pembangunan kedepannya semakin berkembang dan apa yang menjadi keinginan bersama untuk kemajuan Indonesia bisa terwujud, namun yang jelas kami sangat setuju ibu kota negara pindah ke pulau Kalimantan," kata Agus.
Baca juga: MKRB dukung rencana pemindahan ibu kota negara
Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019