Ribuan warga berebut gunungan Grebeg Besar di Yogyakarta

Ribuan warga berebut gunungan Grebeg Besar di Yogyakarta

Abdi Dalem Keraton Yogyakarta membawa gunungan keluar dari keraton saat Grebeg Besar 1440 H di Keraton Yogyakarta, Senin (12/8/2019). . ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww. (.)

Yogyakarta (ANTARA) - Ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya berebut gunungan Grebeg Besar yang dikeluarkan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Halaman Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, Senin.

Dalam acara yang bersamaan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah itu, tujuh gunungan hasil bumi yang terdiri atas gunungan kakung, puteri, gepak, darat, pawuhan dan dua gunungan jaler diarak ratusan prajurit dari Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Lima di antaranya diarak menuju Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, sedangkan dua gunungan lainnya menuju Kantor Kepatihan dan Puro Pakualaman.

Baca juga: Ratusan warga berebut Gunungan Grebeg Syawal Keraton Yogyakarta

Gunungan-gunungan tersebut dikawal oleh sepuluh bregada prajurit Keraton Yogyakarta yakni Bregada Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawirotama, Nyutra, Ketanggung, Mantrijero, Surakarsa dan Bugis.

Bregada Surakarsa mengawal lima gunungan hingga tiba di Masjid Gedhe, sedangkan Bregada Bugis mengawal Gunungan Kakung hingga tiba di Kepatihan. Delapan bregada lainnya akan membentuk pagar betis dari sisi utara ke selatan pada bagian tengah Alun-alun Utara.

Untuk Gunungan Kakung yang dibawa ke Puro Pakualaman dikawal oleh Bregada Pakualaman yakni Dragunder dan Plangkir. Juga diiringi pasukan gajah dari Kebun Binatang Gembira Loka.

Baca juga: Gunungan Grebeg Maulud menarik ribuan warga di Yogyakarta

"Pelaksanaan Grebeg Besar ini mengacu pada perhitungan Kalender Jawa Sultan Agungan," kata Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu.

Menurut Hayu, Hajad Dalem Grebeg digelar tiga kali dalam setahun yakni Grebeg Mulud, Grebeg Syawal, dan Grebeg Besar. Grebeg Maulud digelar pada 12 Rabiul Awal (Maulud) untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Grebeg Syawal digelar pada tanggal 1 Syawal untuk menandai berakhirnya bulan puasa, dan Grebeg Besar dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijah (Besar) untuk memperingati Hari Raya Idul Adha.

Baca juga: Ratusan warga berebut gunungan Grebeg Besar keraton

Sebelum pelaksanaan Grebeg Besar, terlebih dahulu digelar Hajad Dalem Numplak Wajik dan Gladhi Resik Prajurit. Numplak Wajik diselenggarakan pada tiga hari sebelum Grebeg Besar yakni Jumat (9/8) pukul 15.30 di area Pelataran Kemagangan Keraton Yogyakarta.

"Inti dari prosesi ini adalah menumpahkan wajik di badan bakal calon gunungan putri. Saat prosesi berlangsung, akan diiringi dengan dengan irama gejog lesung dari Abdi Dalem Keparak," kata Hayu.

Baca juga: Lima gunungan grebeg syawal ludes dalam sekejap
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019