Besek-daun jati diinstruksikan untuk bungkus daging kurban di Madiun

Besek-daun jati diinstruksikan untuk bungkus daging kurban di Madiun

Wali Kota Madiun Maidi (dua dari kanan) saat menyerahkan hewan kurban sapi kepada panitia kurban Idul Adha 1440 H di Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun, Ahad (11/8/2019). (FOTO ANTARA/HO-Diskominfo Kota Madiun)

Madiun (ANTARA) - Wali Kota Madiun Maidi menginstruksikan penggunaan besek bambu, daun jati, ataupun daun pisang untuk membungkus potongan daging yang dibagikan kepada yang berhak usai penyembelihan hewan kurban dalam rangka Idul Adha 1440 Hijriah di Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun.

"Mari kita semarakkan Idul Adha dan tetap menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik," katanya usai pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun, Jawa Timur, Ahad.

Ia menyatakan penggunaan besek dan daun jati tersebut dilakukan untuk mengurangi sampah plastik dan agar lebih ramah lingkungan.

Dalam rangka Idul Adha 1440 Hijriah Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menyerahkan lima ekor sapi untuk dikurbankan. Kelima ekor sapi tersebut berjenis limosin dan masing-masing memiliki berat kisaran 950 kilogram hingga 1 ton lebih. Total harganya mencapai Rp196 juta.

Menurut dia, calon penerima daging kurban sudah didata dan ditentukan. Dagingnya akan dibagikan kepada sekitar 3.000 masyarakat dari kaum dhuafa, anak yatim, stunting, hingga penyandang disabilitas.

Pada pembagian distribusi daging kurban, panitia langsung memberikannya ke warga penerima dengan melibatkan anggota Pramuka Kota Madiun.

Sementara itu, shalat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Hakim pada Ahad pagi berlangsung lancar dan khidmat. Shalat diikuti ribuan jamaah, termasuk Wali Kota Madiun Maidi, Wakil Wali Kota Inda Raya, Sekda Rusdiyanto beserta keluarga serta Forpimda, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut Wali Kota Maidi berharap masyarakat dapat mengambil hikmah berkurban. Bahwa berkurban tidak hanya hewan ternak yang disembelihkan untuk kemudian dibagikan dagingnya kepada masyarakat saat Idul Adha.

Namun, kata dia, berkurban harus memiliki makna bahwa kurban yang tertanam dalam kehidupan sehari-hari, seperti mulai rela berbagi, senang menolong, hingga rela mengalah demi suatu kebaikan.

"Semoga sifat suka memberi seperti saat berkurban seperti ini terus melekat dalam kehidupan sehari-hari bagi warga Kota Madiun," kata Maidi.

Adapun total daging sapi yang akan dibagikan diperkirakan mencapai 30 ton lebih. Panitia akan menyediakan sekitar 3.000 kemasan besek untuk potongan daging tersebut.

Baca juga: Daun jati digunakan untuk bungkus daging kurban di Yogyakarta

Baca juga: Daun pisang dipakai membungkus daging kurban di Blitar

Baca juga: Plastik berbahan singkong untuk bungkus daging kurban di Bandung
Pewarta : Louis Rika Stevani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019