Pakar: Kebersihan pemotongan hewan kurban untuk mencegah bakteri

Pakar: Kebersihan pemotongan hewan kurban untuk mencegah bakteri

Dolter hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mempraktekkan menyembelih dengan cara menenangkan dan menutup mata kambing atau biasa disebut dengan metode hipnotis kepada pedagang hewan kurban musiman di Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (6/8/2019). Cara penyembelihan kambing yang bisa dilakukan hanya dengan satu orang tersebut diharapkan dapat ditularkan pedangan kepada pembeli untuk menjaga cita rasa daging kambing sekaligus solusi kepraktisan proses pemotongan. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/aww.

Jakarta (ANTARA) - Ketua Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi) Prof Hardinsyah menyebut kebersihan mutlak diharuskan dalam proses pemotongan hewan kurban hingga penyebaran daging korban kepada masyarakat untuk mencegah kontaminasi bakteri pada daging.

"Jadi alatnya, orangnya, dan lingkungannya harus bersih. Dengan demikian daging terhindar dari bakteri," kata Hardinsyah yang juga merupakan Guru besar Fakutas Ekologi Manusia IPB saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan agar daging kurban yang dibagikan di masyarakat terjaga baik dari keamanan dan kesehatannya harus dimulai dari kesehatan hewannya. Selanjutnya, alat potong yang digunakan dan kebersihan petugas pemotongan hewan kurban juga harus dijaga agar daging tidak terkontaminasi.

Selain itu juga diharuskan pemotongan pada lingkungan yang bersih terhindar dari berbagai kotoran. "Lingkungan harus yang bersih, kalau dipotong di tempat tidak bersih pertama yang akan tercemar bekas potongan di leher," kata dia.

Menurut dia yang harus diperhatikan adalah sistem pemotongan bagian hewan kurban dengan cara digantung agar terhindar kontak dengan lantai ataupun tanah. Alas yang digunakan untuk memotong daging kurban menjadi lebih kecil juga harus digunakan yang bersih.

Hardinsyah mengatakan proses pengeluaran isi perut hewan kurban juga harus hati-hati agar tidak pecah. Selanjutnya isi perut atau jeroan juga harus dipisahkan jauh dari tempat pemotongan. Jika jeroan yang ingin dikonsumsi, harus dicuci menggunakan air yang bersih agar terhindar dari pencemaran bakteri.

Dia juga menyarankan agar pembagian daging kurban sebaiknya menggunakan besek dari daun atau bambu untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Namun jika terpaksa menggunakan kantong plastik, gunakanlah yang berkualitas baik atau yang tidak berbau menyengat.

Jika memang tata cara pemotongan hewan kurban sudah bersih, maka daging kurban tidak perlu dicuci terlebih dulu jika ingin disimpan di dalam lemari pendingin untuk konsumsi beberapa hari ke depan.

Baca juga: DLH Yogyakarta kampanyekan penggunaan besek untuk daging kurban
Baca juga: Pengelola Pasar Senen siapkan 875 besek bambu gratis untuk kurban
Baca juga: Pemprov DKI-ACT santap daging kurban olahan
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019