Tangerang (ANTARA) - Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono mengatakan Pancasila bukan sekadar hafalan, melainkan nilai yang harus hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari seperti menghargai sesama, menolak perundungan, dan memastikan setiap anak merasa diterima tanpa memandang latar belakangnya.
"Bila ada yang mem-bully kalian, berarti pelaku itu tidak berpancasila. Itu salah dan patut mendapat sanksi. Jangan ada perundungan di sini. Enggak keren, norak! Kalau ada yang membuli, laporkan. Jangan takut. Mari hidup sesuai nilai-nilai Pancasila sejak dini," tegas Maryono saat membuka Sosialisasi Kader Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Kota Tangerang di Aula SMAN 7 Kota Tangerang, Cikokol, Sabtu.
Maryono menyoroti persoalan perundungan (bullying) di lingkungan pelajar. Penegasan itu disampaikannya setelah berdialog dengan seorang pelajar afirmasi asal Papua di sela-sela sambutannya.
Baca juga: Penanganan perundungan di Tangsel utamakan kepentingan terbaik untuk anak
Menurutnya, semangat Pancasila harus tercermin dalam cara pelajar memperlakukan satu sama lain. Perbedaan bukan alasan untuk merendahkan, melainkan bagian dari kehidupan bersama yang harus dihormati. Karena itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi tanpa rasa takut.
Di hadapan para siswa kelas X dan XI peserta kegiatan, Maryono juga menekankan bahwa menjadi Duta Pancasila tidak cukup hanya bermodal kecerdasan akademis. Karakter dan integritas justru menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap kader.
"Mereka yang berkarakter dan berintegritas, walaupun kemampuan akademisnya masih kurang, akan lebih saya terima. Sebaliknya, meski akademisnya tinggi, tetapi karakter dan integritasnya rendah, bagi saya nol. Karena pintar itu bisa dipelajari, tetapi karakter dan integritas harus tumbuh dari diri sendiri," ujarnya.
Ia berharap, para Kader Duta Pancasila tidak berhenti pada pemahaman nilai-nilai kebangsaan, tetapi mampu menghadirkannya melalui tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persaudaraan, hingga berani bersikap ketika melihat ketidakadilan.
Baca juga: Psikolog anjurkan ambil jeda ketika emosi naik saat main medsos
Duta Pancasila memiliki peran strategis sebagai teladan sekaligus penggerak nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Kehadiran mereka diharapkan dapat menumbuhkan lingkungan pergaulan yang saling menghargai, memperkuat semangat persatuan, serta membangun karakter generasi penerus yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Maryono mengajak seluruh pelajar Kota Tangerang, khususnya para Kader Duta Pancasila, untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, nilai kebangsaan tidak hanya terlihat dari apa yang diucapkan, tetapi juga dari bagaimana seseorang memperlakukan orang lain.
"Dengan karakter yang kuat, integritas, semangat persatuan, dan kepedulian terhadap sesama, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan demi menyongsong Indonesia Emas 2045," katanya.
Baca juga: Puspaga Kota Tangerang ajak orang tua cegah perundungan dari rumah
Pewarta: Achmad IrfanEditor : Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.