Kabupaten Tangerang (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Banten, menilai kolaborasi antara pemerintah dan swasta menjadi kunci strategis dalam mengatasi permasalahan lingkungan khususnya pada pengelolaan sampah liar di daerah tersebut.

"Pemerintah daerah itu harus kolaborasi dengan stakeholder, pihak swasta. Untuk menangani masalah persampahan, masalah kebersihan lingkungan. Karena tanpa kolaborasi itu agak sulit kita untuk menjaga lingkungan kita bersih," kata Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud saat menghadiri agenda Gotong Royong Masyarakat Untuk Kebersihan Lingkungan di Tangerang, Sabtu.

Amud mengatakan, persoalan kebersihan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah. Pasalnya, langkah pengawasan terhadap titik-titik yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah juga perlu diperkuat.

Sehingga, pemerintah bersama swasta bisa bahu membahu bersinergi dalam upaya memperkuat pengawasan terhadap lingkungan tersebut.

"Karena itu, pengawasan perlu dilakukan bersama masyarakat dan pihak-pihak yang berada di sekitar kawasan," ucapnya.

Baca juga: DPRD Banten: Penyelesaian kasus kekerasan pada anak beri efek jera

Dia mengatakan, dalam hal ini DPRD hanya menjalankan fungsi pengawasan dari sisi kebijakan. Sementara pemantauan di lapangan menjadi kewenangan pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan organisasi perangkat daerah terkait.

"Untuk memonitor kawasan-kawasan yang itu bukan tempat sampah, lalu oleh masyarakat dijadikan sebagai tempat sampah. Maka harus diawasi ketat oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah menyediakan titik pembuangan sampah yang mudah dijangkau masyarakat, terutama pada lahan-lahan milik pemerintah.

"Ini bisa mencegah jalan dan ruang publik kembali menjadi lokasi pembuangan sampah," kata dia.

Baca juga: DPRD Kota Tangerang dorong penegakan hukum aktifitas picu kebakaran

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten Muhammad Faizal mengatakan bahwa dalam upaya penanganan lingkungan ini sebanyak 400 warga dari empat kelurahan dan tiga kecamatan di kawasan Lippo Karawaci Tangerang dilibatkan untuk langsung mengelola sampah di lingkungan dan jalur umum.

Menurut dia, terdapat empat wilayah yang menjadi sasaran pembersihan dalam kegiatan itu, yakni kawasan Bencongan Indah sekitar Masjid Lippo Karawaci, Jalan Raya Kelapa Dua, sekitar Danau Kelapa Dua, serta wilayah Kelurahan Binong-Pesar.

Sejumlah titik di kawasan tersebut, kata dia, masih kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah sembarangan.

"Di pinggir jalan banyak masyarakat buang sampah sembarangan, sampai berdagang di badan jalan. Itu yang harus kita selesaikan," katanya.

Ia berharap pembersihan dilanjutkan dengan penataan dan penghijauan agar kawasan yang telah dibersihkan tidak kembali menjadi titik pembuangan sampah. Faizal juga meminta dukungan TMD LippoLand untuk menanam pohon bougenville di sejumlah titik.

"Setelah bersih, saya mohon itu ditanami pohon bougenville. Supaya bagus dan tidak ada yang membuang lagi," kata dia.

Baca juga: Pendapatan Kota Tangerang naik Rp35.9 miliar di APBD perubahan



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026