Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Kota Tangerang, Banten, terjunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke daerah pemasok dalam memastikan ketersediaan sejumlah komoditas pangan seperti cabai sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi hingga akhir tahun.

"Kenaikan harga cabai selama periode bulan September disebabkan karena dipengaruhi dari daerah pemasok. Maka itu kita lakukan pengecekan ke sana," kata Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono di Tangerang, Jumat.

Berdasarkan data BPS, indeks inflasi Kota Tangerang bulan September sebesar 2,66 persen, naik 0,27 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,29 persen.

Sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga dan turut memberikan tekanan terhadap inflasi pada periode September diantaranya cabai merah yang mengalami inflasi sebesar 15,69 persen, cabai rawit sebesar 7 persen dan daging ayam ras sebesar 4,48 persen.

Baca juga: Cek harga daging ayam sesuai HAP, Pemkot Tangerang terjunkan tim khusus

Ruta menambahkan, Pemkot juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan di perkarangan rumah untuk tanam cabai yang sejalan dengan program urban farming.

"Masyarakat bisa memenuhi kebutuhan secara mandiri. Karena kita juga miliki program urban farming melalui gerakan tanam cabai. Nanti bibit kita siapkan," ujarnya.

Langkah lain yang dilakukan adalah melakukan operasi pasar bersama dengan PD Pasar guna memastikan tak ada penimbunan dan stok ketersediaan terpenuhi.

"Sejumlah komoditas pangan yang masuk dalam catatan BPS, kita jadikan evaluasi untuk dilakukan langkah penanganan percepatan oleh PD Pasar, Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindag," ujarnya.

Baca juga: Tekan inflasi Oktober, Pemkab Lebak optimalkan Gerakan Pasar Murah



Pewarta: Achmad Irfan
Editor : Bayu Kuncahyo

COPYRIGHT © ANTARA 2026